-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ULTAH; Momen Persinggahan Penuh Arti

Kamis, 28 Desember 2017 | 21:07 WIB Last Updated 2020-02-20T13:43:03Z
ULTAH; Momen Persinggahan Dengan Penuh Arti
Ilustrasi istimewah; google

(Ada Perjalanan pasti ada persinggahan dan persinggahan itu merupakan bagian dari seni peziarahan kehidupan)

Setahun ziarah ini berlalu. Peziarahan penuh misteri. Dinamika perjalanan memesona meskipun melelahkan. Bentuk perjalanan sangat bervariasi; ada jalan lurus, berlekak-lekuk dan berliku-liku. Ada juga jalan rata dan atau jalan berlubang. 

Pengalaman suka-duka, senang-sedih, untung-malang, sehat-sakit, sudah dirasakan. Hati dibingkai perasaan cemas/gelisah, percaya diri, moody, malas, rajin, putus asah, semangat, cinta, benci, damai, sakit hati dan sebagainya. 

Sesungguhnya, setiap hari saya, anda dan atau kita sedang berjalan. Siang maupun malam merupakan roda waktu. Segala aktivitas dan kesibukan menjadi bagian dari seni peziarahan. 

Duduk nongkrong, candaan sambil ngopi merupakan bentuk aktivitas berjalan. Pagi yang menyambut datangnya fajar, senja  ataupun malam yang dihiasi angin sepoi basah menjadi bagian dari seni dalam perjalanan.

Dalam perjalanan pasti ada persinggahan. Demikian sebaliknya, persinggahan merupakan bagian dari perjalanan. Perjalanan memiliki gambaran menarik terkait dengan persinggahan. 

Seperti dikatakan Rm. Armada dalam buku bunga rampai yang berjudul Kearian Lokal-Pancasila (Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan, yakni Urip Iku Mung Mampir Ngombe. Hidup itu hanyalah singgah untuk minum. 

Peziarahan di dunia merupakan persinggahan. Hidup ini memiliki kodrat kesementaraan. Segala sesuatu yang terjadi tidak berlansung lama. 

Dalam konteks ini, momen persinggahan di dunia merupakan pengalaman terindah. Oleh Karenanya,  singgah sangat indah dilalui dengan penuh makna. Menyiakan persinggahan ini berarti nir makna. 

Dalam kaitan dengan ULTAH, hari spesial di mana kita merayakan ultah merupakan momen persinggahan penuh makna.  Dikatakan demikian, Hari Ulang Tahun terjadi hanya sekali selama setahun. Dan pada hari terpenting itu, kita berhenti sejenak untuk bergumul tentang pelbagai pengalaman yang sudah dilalui dengan penuh sukacita.

Permenungan tentang keterlibatan Tuhan dalam setiap dinamika kehidupan, khususnya saat ULTAH ini membuat kita menyadari kekecilan diri di hadapan kebesaran-Nya. Meski demikian, kita dicintai dan dituntun-Nya menuju dermaga kehidupan yang penuh dengan sukacita. 

Dia selalu berada di pihak kita untuk semakin mantap dalam peziarahan ini. Dia meneguhkan kita saat dilanda badai kehidupan. Bukan hanya meneguhkan melainkan Dia memegang erat tangan kita. Oleh karena itu, jangan takut. Tuhan selalu menyertai kita sampai akhir jaman. Dia memberkati kita.

Oleh: Nasarius Fidin
×
Berita Terbaru Update