-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puisi-Puisi GUST KN

Kamis, 22 Februari 2018 | 14:57 WIB Last Updated 2018-04-17T14:03:24Z





FRAGMEN KOPI DALAM TIGA BABAK

/1/
Sebelum mentari berpulang menyisahkan sepi,
makin meninggi hasratku mengecupmu, kopi,
pada hangat dan pekatmu, 
sembilan rima soneta selalu kutemui.

/2/
Mengecap pekatmu senja ini,
dengan setia angan membawaku pulang 
kepada satu imaji;
ia puisi tertulis atas nama 
mimpi yang hampir selesai
kali ini, kau semisal pelindungku dari
pertempuran melawan kantuk dan jerat sepi

/3/
Seluruh kecup kita 
terlaksana dengan segala cinta
dan aku mengabadinya, 
barangkali kelak kita kenang:
kau membuatku kian berani 
mengoyak jerat sepi
ketika ia menyerang mimpi yang 
hampir selesai.

New Manila, Agustus 2017


TIGA CANGKIR KOPI

Tiga cangkir kopi di atas meja
dinikmati bersama tak tersisa
mengawal segala suka 
di bisingnya kota.

Tiga cangkir kopi di atas meja
tak pernah lelah memberi cerita:
membaka rasa, 
mengembang kelopak mata.

Tiga cangkir kopi di atas meja
akan lebih nikmat bila 
kita jaga kesucian aroma.

New Manila, September 2017


CAFE DIEM

Reguklah puisi itu sampai selesai;
jika tidak, kopimu gigil di tikam sepi.

N. Domingo-Q.C., Desember 2017


THE COFFEE LOVER

Diam-diam diambilnya dari sarung lurik jingga
sebuah cincin permata biji kopi, 
seraya berkata:
“Ini maharku untukmu, perempuanku!”

Demikian suatu senja
ia meminang wanita yang diidam-idamkannya
sejak mengenal cinta dan sonata.

N. Domingo-Q.C., Januari 2018


Tentang Penulis:
Gust Kn adalah nama pena dari Agustinus Kani, kelahiran Kerkuak, Reo-Manggarai. Ia mengakui dirinya sebagai pencinta kata, senja dan penikmat kopi. Dua puisinya yang berjudul Di Beranda dan Ayat-Ayat Kopi, telah diikutsertakan dalam Antologi Puisi Kopi 1550 Mdpl (Aceh, 2016). Sekarang, ia berdomisili di New Manila, Filipina. Alamat yang bisa dihubungi, aguskn2588@gmail.com.

Keterangan:
Gambar diambil dari http://www.gicfundraising.com
×
Berita Terbaru Update