-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SEPUCUK SURAT DI PERHENTIAN IX

Sabtu, 03 Maret 2018 | 22:19 WIB Last Updated 2018-12-08T15:39:13Z

Tuhan Yesus, sepucuk surat ini kutuliskan tentang keluasan cinta-Mu. Bahwa, cinta-Mu tak terjangkau meski salib berat ada di pundak-Mu. Sepekat dan setajam apapun duka lara, cinta-Mu bagaikan cahya-cahya lembut menenangkan gemuruh dan riuhnya situasi. Namun manusia tak mampu menatap dan menangkap buliran cinta-Mu itu. 

Tuhan, kini kami tahu, mengapa Engkau memikul salib menuju Golgota. Kini kami tahu, betapa cinta-Mu tak mampu dijangkau dalam ruang dan waktu, sehingga para serdadu, penatua, pemberontak tidak mengerti semuanya. Betapa gelap gempitanya mata hati dan pikiran mereka.

Tuhan, pada titik dan detik ini, sepasang kaki-Mu semakin lelah. Namun mereka mendorong, mencerca, dan memukul-Mu hingga tubuh lelah, lemah, dan tak berdaya. Engkau pun jatuh ketiga kalinya di bawah salib. 

Tuhan, betapa pedihnya derita-Mu. Betapa malangnya wajah-Mu dari pandangan mereka. Sehingga Engkau tak mampu bangun dan berdiri kembali. Namun cinta-Mu bagaikan matahari, dan cinta itu memampukan Engkau menuju Golgota. 

Tuhan, cinta-Mu yang terlampau besar itu menyelamatkan kami. Cinta-Mu yang utuh memampukan kami untuk semakin menyadari keseluruhan kehidupan kami.

Tuhan, ajarilah kami semakin mencinta dan mewujudkan cinta itu dalam kehidupan bersama. Ajarilah kami mencintai masa depan kami melalui iman, cinta dan perjuangan tanpa kenal lelah dan putus asa. Semoga cinta-Mu menyatu dalam peziarahan hidup kami. Amin. 

(Jalan Salib; 
Perhentian IX
Yesus Jatuh Untuk Ketiga Kalinya)

Oleh Nasarius Fidin

(Ilustrasi dari google)

×
Berita Terbaru Update