-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Puisi-Puisi Eugen Sardono

Jumat, 27 April 2018 | 13:23 WIB Last Updated 2018-04-27T06:40:52Z
(Ilustrasi dari google)

Sajak dari Atas Speda I

Dari atas speda
kumenghirup udara kota Malang
dengan profil wajah-wajah malang
dan 'tak lupa welpaper lelaki tua renta
dengan becak kusam
sedang bertarung dengan kehidupan

Malang, Februari 2018


Sajak dari atas Speda II

Dari atas speda kumentap
seorang yang tidak lagi mencintai dirinya
membakar punggung dengan mentari
betapa banyak pukulan dari ayunan kapak pada batu bangunan

Dari atas speda kumenatap
seorang yang tidak lagi memelihara tubuhnya
(seperti seorang gadis yang selalu merawat mukanya)
membiarkan tubuhnya keriput oleh beban pekerjaan
beban keluarga
beban hidup bersama

Dari atas speda kumenatap
seorang yang tidak lagi punya urat kemaluan
agar asap dapur terus mengepul
rela menjual diri tercebur dalam dunia malam

Dari atas speda kumenatap
seorang yang tak lagi menjaga harga diri
bebenyanyi: “satu-satu aku sayang ibu. 
dua-dua juga sayang ayah. tiga-tiga
sayang adik-kakak. satu dua tiga, sayang semuanya”
ia berjalan dari tangan cukong-cukong yang punya mobil
dan hanya segelintir yang sempat memandang wajahnya
dari dalam mobil
kasihan hidupnya

Dari atas spedaku’berdoa
Tuhan, kapankah ini semua akan tiada?


Malang, 2018

 Oleh Eugen Sardono
×
Berita Terbaru Update