-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DIAM-DIAM, SEPI, SALIB

Selasa, 01 Mei 2018 | 11:39 WIB Last Updated 2019-12-04T09:40:48Z

DIAM-DIAM, SEPI, SALIB

DIAM-DIAM

Diam-diam, sepercik api menjelma kata.
Diam-diam seutas asap berubah rupa rindu.
Diam-diam api dan asap merayap hening
Menujumu yang kusyuk memagut rindu.

Diam-diam aku memanggilmu parau.
Diam-diam pula kau tanggalkan  rinduku yang sekarat.
Diam-diam kita menemui Tuhan dalam  lindap sunyi
Diam-diam, kau menghadiahiku doa yang belum kau aminkan

Lantas diam-diam yang maha, aku mengalungi hatimu
Dengan puisi yang  kupetik dari purnama November .
Entah diam-diam yang ke berapa, Tuhan mengambilku darimu.
Diam-diam kau menangis dalam diam, dan  diam-mu menjadi abadi.
Diam-mu kuabadikan di surga
Dan diam-mu tetap diam di bumi hingga
aku diciptakan Tuhan kembali dalam diam.

SELVIANA, 2

Aku memungut senyum-mu yang tumpah
Dari dinding bibirmu,
Melipatnya rapi-rapi
Lalu kuabadikan dalam doa.

SEPI

Rabbi, aku punya puisi.
Ia lahir dari getir yang iri
Dan anak haram dari sepi
tengah malam yang keji

KATHARSIS

Semalam mama memasak huruf
Tubuhku yag kuyu meriang- merinding
Di suatu subuh, bapak memanggang puisi
Baunya hingga ke Kalvari

Pada batang pagi, nenek merajut huruf jadi puisi
Kini aromanya menuju Babel
Saat ini seorang memikul pena
Darahnya mengalir melukis surga

Entah meriang-merinding
Entah Kalvari
Entah Babel
Yang jelas pena itu milik Yahwe

Saat ini tubuhku jadi sasaran pena.
Daging yang melenting tak lagi keras
Darah yag mengalir tak lagi cair
Pena-Nya mencakar hingga puing sel!
“ini penyucian yang maha”
Ini Kalvari, Babel, atau neraka?
“Katharsis!!!”
Lelaki pena bersabda

SALIB

Tuhan,salibMu tinggi sekali
Aku tak mampu memanjatnya
Bisakah Kau merubuhkan sebagiannya?
Aku mau naik dan tidur di dadaMu yang lapang

Oleh: Lebuan Tonce
(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update