-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MENELUSURI PUISI FILSAFAT Ani Kzt

Rabu, 02 Mei 2018 | 15:40 WIB Last Updated 2019-12-13T05:15:55Z
MENELUSURI PUISI FILSAFAT Ani Kzt


Oleh: Eko Windarto

Mengenal diri manusia dan sifatnya seperti mengarungi metode pendekatan intisari memetik hikmah menuju wahana kesadaran akan tanda-tanda Kebesaran dan Kekuasaan-Nya. 

Maka dengan dilandasi niat hati yang tulus memohon hidayah serta petunjuk kepada Allah. 

Maka manusia ada atau eksis keberadaannya jika memenuhi unsur-unsur zat kehidupan yang terpadu dalam diri. 
Bagi hamba Tuhan yang telah sampai pada tingkat kedekatan Irodat Illahi atau telah mencapai maqom MAKRIFAT, maka dapat mengenali rohnya sendiri dengan penglihatan kebatinannya ( AL-BASHIROH).

Mari kita coba menelusuri PUISI FILSAFAT Ani Kzt ini melalui filsafat BARAT DAN TIMUR. 

Jika FILSAFAT BARAT jelas melalui proses akademis di Universitas seperti Plato, Thomas Aquinas, Rene Descartes, Immanuel Kant, Hegel, Nietzsche dll. 

Jika FILSAFAT TIMUR adalah tradisi falsafi yang berkembang di Asia, khususnya India dan Cina. 

Ciri khas falsafi TIMUR ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Tokoh-tokoh filsafatnya antara lain Siddharta Gaotama, Kong Hu Cu, Mao Zedong dll. 

FILSAFAT TIMUR pemikirannya lebih ke perasaan dan hati nurani dan penekanan keharmonisan antara alam dan manusia.

Entah mengapa filsafat dan kesatraan Islam tetap dianggap sebagai satu kelompok yang hilang dalam sejarah pemikiran kebanyakan orang. 

Orang lebih mengenal tokoh-tokoh yang berasal dari Yunani dan Barat ketimbang dari Islam. 

Namun, itu semua tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Meski Ulama Islam yang ahli dalam bidang pemikiran dan kebudayaan seperti Al-Ghazali, Ibnu Thuafil, Al- Kindi, Al- Farabi, dan Ibnu Sina dianggap brilian, namun mereka tak mendapatkan tempat yang sewajarnya dibanding dengan  tokoh-tokoh Yunani seperti Plato dan Aristoteles. 

Padahal Islam adalah agama tauhid. Coba kita simak PUISI FILSAFAT Ani Kzt di bahwa ini;

WUJUD NYA SUCI DAN MUTLAK 
PERAGAAN DUNIA FENOMENA

Oleh: Ani Kzt

"O Mawar terindah dengan mulut yang kuncup," aku mendesah,
" Mengapa,bagai gadis genit, wajahmu senantiasa tersembunyi?
Ia tersenyum," Berbeda dengan keindahan di dunia ini,
Meski berkerudung aku masih boleh diamati."
Wajahmu jika terbuka akan terang sangat,
Tanpa selubung tidak seorang pun tahan memandang

Mata siapa yang akan cukup kuat melihat
Keindahan yang menyilaukan dari sumber cahaya ?
Bila bendara sang Surya berkibar di angkasa
Cahayanya menyakitkan karena kuatnya,
Tapi jika diredakan sebuah kerudung awan
Cahayanya lunak membuat mata terasa nyaman......

Membaca puisi FILSAFAT Ani Kzt ini, kita diajak berselancar mengarungi laut jiwa sang penyairnya. 

Aku lirik jelas-jelas terkagum-kagum melihat Mawar yang ia simbolkan sangat indah hingga mendesah, meski Cahaya itu tertutup hijap yang digambarkan melalui metafora / "O Mawar terindah dengan mulut yang kuncup," aku mendesah, / " 

Mengapa, bagai gadis genit, wajahmu senantias tersembunyi?/ Ia tersenyum, Berbeda dengan keindahan di dunia ini,/ dari sini, bahwa aku lirik sudah mencapai ekstasi tingkat tinggi hingga aku lirik bisa membedakan mana yang haq dan batil alias mana yang kasat mata dan mana yang hakiki. 

Meski berkerudung aku masih boleh diamati."/ lagi-lagi aku lirik mempertegas cara pandangnya yang dalam, luas kali lebar. 

Rupanya sang PENYAIRNYA telah mampu melihat CAHAYA DI ATAS CAHAYA sampai ia tak mampu dan tak tahan memandangnya, / Wajahmu jika terbuka akan terang sangat, / Tanpa selubung tidak seorang pun tahan memandang/ Mata siapa yang akan cukup kuat melihat/ Keindahan yang menyilaukan dari sumber cahaya? 

Jangankan manusia biasa seperti kita, sedang Nabi Muhamad saja tak tahan melihat cahaya-Nya yang begitu indah dan menyilaukan. 

Bila bendara sang Surya berkibar di angkasa/ Cahayanya menyakitkan karena kuatnya,/ jelas disini aku lirik menceritakan bahwa manusia biasa tak kuat melihat cahaya itu kecuali sedikit orang yang dikehendakinya mampu menahan rasa sakit dari silau cahaya yang sangat indah dan terang benderang itu. 

Tapi jika diredakan sebuah kerudung awan/ Cahayanya lunak membuat mata terasa nyaman.../betul-betul aku lirik menggambarkan wujud keihklasan dalam mendekatkan diri melalui kesabaran dan kekhusukan yang telah mencapai ruang dan waktu dalam berekstasi. 

Ini menunjukan bahwa sang aku lirik telah mengalami hal seperti makna yang terkandung dalam PUISI FILSAFATnya. Joss!!!!

Demikian yang bisa saya uraikan. Semoga bermanfaat.

Oleh: Eko Windarto

(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update