-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PUISI-PUISI GARNIS DANU KUSUMA

Senin, 07 Mei 2018 | 13:39 WIB Last Updated 2018-05-07T06:39:00Z
(Ilustrasi dari google)

RAUNGAN DAHAGA
Saat merantau jalan ke ufukmu menyebrangi kuku bulan merdu tangkai cinta berbicara kita telah banyak membuat pola Hingga kuminum segelas sirup murni dari kadar gula kehidupanmu yang abadi menyeruak mengalir ke syaraf membentuk spasi pada nadi Tepat benang-benang telepati mengimpor pikiran dan kasih sayang memberiku pesan-pesan akan sebuah firman tentang kita, bumi,

terimakasih Nafas teriakan panca kicauan sisir metamorfosa melekat diatas luka melambai-lambai lagi pramata sastra sakit sekar indah menjadi adiwangsa

PILIHAN MANUSIA Manusia pegang pedoman memaku kesibukan dan mati di antara tindakan Siapa yang memberi sebuah keyakinan ia juga yang memberi jaminan siapa yang mulai ketergantungan ia menunjukkan sebuah kelemahan Berdiri di tengah-tengah realita berjalan dengan semua yang ada kaki-kaki anak tanah apa ringkasan sebuah hidup di dunia Konsumtif,
dan hanya akan terus jalan saja atau realistis dengan usaha-usaha hingga bereinkarnasi bagi manusia lainya

SETELAH SORE ITU MALAM Matahari tenggelam dua jam lagi dan disaat-saat seperti ini belalang rumput akan menari dan para kupu-kupu turut mengikuti Langit oranye akan menghiasi dan para manusia mulai bermimpi memanglah sangat indah tapi malam juga punya tugas sendiri Mengantarkan daging bernyawa ke tempat ia tidur lelap serta menghapus selusin lelah untuk mengeceK agar sehat esok harinya Habis sore setelah itu malam memang tidak terpisahkan karena habis berjuang setelah itu rebahan itulah yang telah lama kupikirkan Siapa yang sadar tentang pagi yang mengorbankan matahari hanya untuk memanggil malam yang penuh mimpi serta aktivitas suci


Oleh: Garnis Danu Kusuma Jombang



×
Berita Terbaru Update