-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

GADIS PASAR PUNI, PENYAIR, JUTA RASA

Sabtu, 05 Mei 2018 | 17:21 WIB Last Updated 2019-12-13T04:33:29Z
GADIS PASAR PUNI, PENYAIR, JUTA RASA


GADIS PASAR PUNI

Senyum cantik itu selalu menghiasi bibir merahmu,
Sorot matamu berkilau bagaikan permata
Musim hujan tengah mengguyur kota ini
Namun kau masih berkarya dengan teriakan penuh harapan,

Rembulan berlalu, ribuan bintang terbenam di awan
Di tempat ini kau masih duduk memangku dagu,
Menunggu para pembawa rupiah,

Malam merangkak menjemput pagi,
Kau lembali berbenah diri
Memikul keranjang sayur pagi-pagi buta
Meski matamu berat menahan perih

Teriakanmu kembali terdengar, memenuhi lorong gedung tua itu
Mengawali hari dengan seribu angan

PENYAIR

Tentang anak yang ku-imani
Aku meletakkan separuh raga dalam
potret kalimat puisi yang ku tulis,

Kulantunkan syair yang berisi pelukan balasan, 
pada tiap lentik jemari yang menari tanpa alunan.

Kita adalah jalan yang tak pernah beriringan,
Kuharap kau tak lupa melantunkan doa berisi kebersamaan, 
agar tak ada lagi lorong jalan yang berbeda

Kau dengan Dia yang juga kumuliakan,
Yang selalu kau berikan tangan agar dituntun ke jalannya,

Aku lalu menjadi penyihir dengan syair-syair tanpa gairah,
Yang menjeda waktumu untuk menyapa membacanya,
Katakan pada-Nya aku sungguh cemburu.

JUTA RASA

Ijinkan aku sebentar saja
Merangkul tubuhmu sejenak,
Kita menari dengan juta rasa
Memotret wajah dengan mata

Ijinkan aku sebentar saja membawamu pergi ke laut lepas
Melihat senja bergulat bersama awan
Membentuk sketsa bola matamu
Agar kita seruang rindu

Oleh: Ermenilda indra wahyu

(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update