-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PUISI-PUISI MARSEL NATAR

Selasa, 08 Mei 2018 | 15:03 WIB Last Updated 2018-05-08T08:03:54Z
(Ilustrasi dari google)
1/ TUBUH TANDUS Dimanakah aku berada? Aku buta waktu Juga terhadap keadaan Ragaku bergerak dalam alunan langkah Jiwaku berisik di angan menghimpit Aku tak mendengar atau merasakan itu Nafasku masih pulang pergi menembus lorong nadi Aku bukan mumi Atau onggokan sampah selokan Tubuhku kering berdebu Meranggas tandus Hampa tanpa serumpun gairah Mendengkur walau raga terjaga Disini seperti batang gelagah Bisu ditengah lantunan Mazmur Seperti telaga sunyi Hening di suci bait - bait doa Sahut menyahut pendarasan Mazmur sempat 'ku dengar Di subuh dan tubuh yang pucat Tuhan, tubuhku tandus Engkau mengetahui itu

2/ EKARISTI Suatu hari Aku merayakan itu Tanpa menyelidik batin Pernyataan tobat pun asal - asalan Aku memikirkan yang lain Kini perayaan di puncak penyerahan diri yang total "Terimalah, ini tubuhKu, ini darahKu yang 'Ku persembahkan bagimu, lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku" Aku berdiri tanpa merasa bersalah Menyambut-Nya dengan tubuhku yang hampa Aku ini fana Terkadang buta dihadapan-Mu Tubuh dan darah-Mu Hidupkanlah aku Dari kebutaan batinku Bangkitkanlah aku Dari lelap ranjang ketamakan Cerahkanlah akal budiku Agar memaknai sungguh Pengurbanan-Mu 3/ DIA DI SINI Aku mencari Dia Di tempat sunyi Lalu menemukan-Nya Di sudut kota ramai riuh Wajah-Nya memelas sendu Kedua tangan-Nya memeluk waktu Agar senantiasa ada bersama-Nya Melintasi trotoar kota Menelusuri selokan berkelok Menghimpun kaleng bekas Menggenggam asa Merajut mimpi yang terkadang membual Dia ada disini Di tempat terendah Tumpangkan tangan Di kening dan telapak - Nya Dia yang terkecil dan terhina

Oleh Marsel Natar
×
Berita Terbaru Update