-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Si Penunggu Lontar Tak Berdaya Karena Kejamnya Penguasa

Kamis, 10 Mei 2018 | 13:21 WIB Last Updated 2019-12-11T12:51:20Z
Si Penunggu Lontar Tak Berdaya Karena Kejamnya Penguasa

Oleh : Che Aldo

Cahaya api merambat perlahan, mendung memudar, angin berputar kencang menyapu segala yang menghalangi pandangan langit, cerah berhawa panas, debu-debu tergulung dalam pusaran angin melenting kesana kemari. 

Si penunggu lontar perlahan tinggalkan gubuk, membiarkan pintu tetap terbuka. 

Dia memanggul sebilah potongan bambu, parang terselip di pinggang dan seutas tali di lehernya, saat hari cerah, yang merupakan waktu yang tepat untuk memanen tuak.

Di tempat yang dituju, pohon-pohon lontar penghasil tuak hangus terbakar, tak tersisa satupun..."Perbuatan siapa ini"? 

Teriak penunggu lontar menebas parangnya di batang-batang ilang.. ini mata pencaharianku....oohh..Tuhaaann..apa salahku..???

Tahun ini musim hujan hampir enam bulan..Penunggu lontar tidak mendapatkan pemasukan untuk membeli sekilo beras. 

Untuk bertahan hidup, sang penunggu lontar beserta keluarganya  ini makan umbi-umbi yang yang merupakan hail jerih payahnya sendiri di tanah penuh cadas berkapur. Sementara pendapatan utamanya yakni tuak.

Amarah penunggu lontar memuncak saat teringat ancaman Kepala Desa.

Ancamannya demikian,  "Cepat keluar dari tanah itu..tanah itu milik pemerintah !!..atau kami akan mengusir kau dan keluargamu secara paksa".

Kali ini, si penunggu lontar ini berdengung dalam hatinya. Kata-katanya menggugah hati..."berabad -abad leluhurku hidup di tanah ini.. beranak pinak..., kini mereka seenaknya mengusirku...

Penunggu lontar tersebut mengangkat tangannya sambil memegang parang. Namun, pada saat yang sama, sebutir timah panas memembus pahanya. 

Dia terkapar dalam ketakberdayaan. Lalu dia dibawa ke depan kantor polisi secara terpaksa.

Keesokan harinya, para wartawan beramai-ramai memberitakan si penunggu tersebut. Berita tersebut berisi  tindakan kriminal "seorang lelaki stres mengancam nyawa Kepala Desa."

Atambua, NTT, 2018
Gambar diambil dari google
×
Berita Terbaru Update