-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RAHASIA RASA, ANCAMAN, MIMPI, BERTEDUH

Selasa, 05 Juni 2018 | 19:53 WIB Last Updated 2019-12-15T02:39:02Z
RAHASIA RASA, ANCAMAN, MIMPI, BERTEDUH


RAHASIA RASA

Perjalanan semu
Bertemankan rindu
Ditemani gerimis
Aku menangis
Ditampar malam
Memanen kelam
Dan masih ada hujan

Jatuh bersama kenangan
Berharap ada genggaman jemari
Tapi hanya angan yang menyirami

Dikaki fajar
Ku coba belajar
Meninggalkan yang telah pergi
Tanpa senja yang menenggelamkan mimpi.

Oleh: Thaty Hartaty

RASA, RAHMAT

Rasa derita tanpa didalami
Adalah momok yg diamini.
Rasa derita karna cinta bagiku adalah Rahmat.

Oleh: Bona Vantura

ANCAMAN

Di sepanjang jalan tadi ada suara-suara yg menyesatkan,
keritikan dan ancaman.
bahkan lebih tajam dari kerikil ataupun
semak belukar yg terhampar di sepanjang jalan.
Meskipun tidak tampak tapi
tetap saja terasa.

Oleh: Nera wulang

MIMPI

Mimpi diawal malam
Mereka menyuruhku merangkai sajak
Aku terbangun dari lamunan
Mimpi di awal malam
Mencari sesuatu yang mengispirasi
Katanya tentang rasa
Kembali ke masa-masa itu

Masa yang pernah menghantuiku tentang indahnya rasa...
Namun bayangan itu hanya nampak sesaat ketika aku mengenalnya
Aku beralih rasa...
Kembali pada mimpiku diawal malam
Kutemukan obat terbaik menyembuhkan mimpi kelamku...
Sang kopi...

Pada dialah kutemukan mimpi yang hilang
Sebersit rasa kuteguk dalam-dalam
Sejuta inspirasi kutemukan dalam hitamya
Agar suatu hari nanti
Rasaku ini seperti mimpi diawal malam...

Oleh: Fransisko Pampur

BERTEDUH

Tariklah layar bila engkau hendak berteduh
Siang belum tentu panas
Sedang langit tak berawan
Jangan ragu, kotaku masih ramai.

Oleh: Fergi Darut

RAGA YANG HILANG

Sapamu membalikku pada kisah lalu
Tentang sosok rinduku yang kini menepik entah ke mana
Malam bersaksi tentang rinduku untuknya

Dia, 
kisah lalu yang memberi pelajaran baru
Tentang makna dan retorika alami...
Di ruang rindu
Aku menepik sepi yang terlewat
Mengalun sunyi yang kian larut

Kembali aku duduk di sini
Merangkul kata untuknya sambil melihat fenomena yang dicumbui kenangan...
'Akh di mana dia?'
Pada dinding memori lalu
Terasa ada yang hilang,
Tertinggal saat dia meninggalkan padang hajat
'Andai waktu dapat berbalik'
Kata yang kini terlontar dari mulut ini...

'Hei kamu, raga yang hilang!
Kembalilah kau pada penanti kasih!
Jangan tinggalkan aku!
Jangan kau pergi menyisakan aku dalam siksaan rindu!'

Demikian kataku untuk dia, sosok rindu
Untuk dia, raga yang hilang

Oleh: Sindy Janggu

RINDU

Sejenak berdiam diri
Merenungkan nasib ini
Si gadis pembawa rindu
Selalu Saja beradu dalam mimpi
Entah Kenapa...
Aku telah rindu
Rindu yang tak dirindu

Entah kemana aku harus membawanya
Bag nakhoda yang kehilangan arah dan tujuan
Maukah kamu jadi tuan atas rinduku??

Oleh: Jhon erikson

RASA CINTA

Rembulan mengalahkan dunia yang gamang,,,
Dengan cinta kepungan rindu,,
Mengubah dunia berwarna kelabu,
Pada putihnya salju abadi
Ada hasrat dalam jiwa meronta
Tentang rasa, ekspresi asaku aksara,,,

Oleh: Eka Dabur

PUPUS

Di pelupuk mata
Ada rindu yang menggebu
Di penghujung senja
Aku lelah menunggu

Oleh: Fajar

MENUNGGU

Yang pernah bercumbu dalam mimpi.
Yang mengecup bayangan semu,
Lalu tergeletak tanpa gairah oleh sebab rindu.
Itu mungkin adalah kita.
Sore adalah tentang menunggu.

Oleh: Ilda wahyu

SEPI

Pagilah malam, agar segera kugapai fajar.
Sebab malam dirundung gelisah,
akan dingin yang tanpa penghangat.
Andai ada waktumu,

Lambaikan, aku kecup balasan,
dengan sajak ramai dalam kesepian.
Aku yang kalah oleh dingin,
Meronta dalam kenangan manis,
sebab angin yang menepuk telapak kakiku
yang telanjang tanpa alas.

Oleh: Ilda wahyu

(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update