-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PUISI-PUISI TERBAIK KARYA YS SUNARYO

Jumat, 26 Oktober 2018 | 18:56 WIB Last Updated 2018-10-26T12:04:55Z
(Gambar dari google)

CINTA SECUKUPNYA

Kekasihku
cintai aku secukupnya
sebab lebih adalah kekuranganmu
seperti kurangnya aku
merayap patah sayap
tak mampu seluruh mendekap

Masihkah kau kemayu
pada berlebihan merindu
segala ingat adalah aku
lalu aku menuju dirimu
padahal kita bukan satu

Kekasihku
kita perbedaan-perbedaan
walau mesti saling berpelukan
bahkan hanya permainan
di atas tubuhmu, dengan dagingku
adalah perpisahan-perpisahan

Dan segera saling meninggalkan
jika yang abadi selalu diceraikan
agar aku sungguh kekasihmu

Bandung, Oktober  2018

PASAR SUARA

Aku lupa ini sandiwara musiman
di panggung pesta para kontestan
tetapi suara telah gemuruh
riuh sedari jauh

Suara yang dipertontonkan
menjadi magis kemenangan
didulang di desa-desa
dijaring di kota-kota
oleh lambang-lambang kharisma
oleh alat-alat wibawa
oleh dukun-dukun perjudian

Di sini murah, sebab selalu kalah
di sini mahal, sebab selalu menang
dikira suara mudah dipasarkan
dalam karung di lorong kegelapan

Kecuali kau membeli jumlah ocehan
angka-angka di dalam sorban
dugaan-dugaan di balik jabatan
klaim-klaim di tangan preman
di tong kosong aktivis jalanan
di bayang-bayang asap kemenyan

Lagi-lagi pada mereka kau membeli
demokrasi selalu ditransaksi
kedaulatan pemilik suara digadaikan
oleh bisnis hitam kekuasaan

Dan para kontestan
menang menanggung kerugian
kekalahan ancaman kegilaan
sedang para pedagang
muncul kemudian lima tahunan

Bandung, Oktober 2018

MEMELUK HUJAN

Anak-anak telanjang
girang menyambut hujan
di sebidang tanah pekarangan
sebab bentang ladang telah hilang
bersama raib pakaian
disambar gelombang kemiskinan

Anak-anak hujan
tubuh riang perindu kebahagiaan
berbulan-bulan saksikan pertengkaran
tak bisa bertanya mengapa
ketika orang tua manjakan murka
di televisi
di gadget
di pengajian
di pos ronda
dan di atas ranjang

Anak-anak hujan-hujanan
haus perlindungan
mencari sumber tetesan
di atas awan
sebab bumi gelandang gersang
kasih sayang terbuang
di perlombaan
di pertandingan
layang-layang tajam benang

Anak-anak memeluk hujan
biarkan, jangan dipisahkan
siang berkawan malam
menyanyikan kejujuran

Bandung,  Oktober 2018

SETUMPUK BUKU RINDU

Pada potret masa lalu
aku menyantap tatap matamu
begitu lembut rasa rindu
tetapi kelopakmu dinding
dan bola mata bulatan batu

Berapa buku potret cinta kita
tentang terbuang di rimba gulita
karam di atas perahu kertas
lalu santapan nafsu malam
telanjang, hilang tenggelam

Buku itu selalu kubaca
biar rindu selalu terjaga
tanpa raba ragamu
yang telah digerus waktu
hingga kukhatamkan
badan takdir kehilangan

Bandung,  Oktober 2018
×
Berita Terbaru Update