-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PUISI-PUISI YS SUNARYO

Kamis, 25 Oktober 2018 | 01:28 WIB Last Updated 2018-10-24T18:33:43Z


NEGERI PERSEKUSI

Mereka yang dipersekusi
dibantai sepi berkali-kali
sunyi tiada henti menikami
telah tiri di negeri sendiri

Tubuhnya lebam kemiskinan
sedang jiwa luka kepedulian
menjadi barisan mati pemenangan
dan pasukan nyeri pengkhianatan

Persekusi semakin liar
mencabik-cabik kering akar
gugur mimbar keteladanan
diterkam keserakahan

Lalu membuka buku peta
kumpulan mana lagi hendak dimangsa
moncongkan senjata kertas
melahap nama-nama begitu buas

Bandung, Oktober 2018

ORANG-ORANG BESAR

Orang-orang besar
pembesar kurus dan kecil
setiap hari menerjemahkan mimpi
orang-orang sekeliling
orang-orang lain

Jiwanya mewarisi para nabi
tubuhnya wakil orang-orang terkucil
dimusuhi keserakahan
hari-hari berkelahi
dengan kesewenang-wenangan

Orang-orang besar
pembesar berlimpah empati
berbagi saripati api juang
menjulang kobarkan kebenaran
waktu menjadi buku keteladanan
tuntunan cahaya di gelap keadilan

Para perindu dimabuk cinta
terlunta-lunta di rimba bara
jerit terhimpit semak belukar
akar-akar kering mencakar

Lalu mereka menggelepar
terkapar ditindih lapar
memanggil orang-orang besar
yang lama hanya bayang
bahkan kemudian menghilang

Bandung, Oktober 2018

LADANG KHAYALAN

Di ladang ini Mi,
tempat rambat ubi
rebusnya kau sajikan pagi hari
bersama pekat kopi
yang manisnya hanya sekali
saat musim tanam kembali

Namun Mi,
ladangmu telah gelondongan besi
lalu kau berjanji
sarapan pagi akan berganti roti
dan kau menemani bak bidadari
tetapi tak terjadi Mi,
kecuali aku kini
kenyang menyantap wajahmu
dalam berkali-kali mimpi

Mi, kita telah kehilangan
kebiasaan sarapan
juga tak ada hidangan
bahkan pagi pun Mi,
tak jumpa lagi
kecuali mata buta
meraba-raba
dan aroma tanah
bukan rasa punya kita

Mi, kita diasingkan
di tanah subur yang diperjuangkan
kini hanya ladang khayalan
miskin keadaan

Bandung, Oktober 2018
×
Berita Terbaru Update