-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Begini Puisinya Guru Agama SMK Maria Mediatrix Saat Pembukaan Retret Di Puncak Bogor

Sabtu, 17 November 2018 | 00:34 WIB Last Updated 2018-12-08T15:54:41Z

Kegiatan Retret siswa/i SMK Maria Mediatrix kelas XII yang bertajuk Membangun Karakter Orang-Orang Pilihan Pada Nilai-Nilai Spiritual diadakan di Puncak Bogor, Wisma Kompas mulai tanggal 16-18 November 2018. 

Retret yang diadakan itu merupakan momen kembali ke kedalaman diri untuk bergumul dengan realitas kehidupan. 

Dalam acara pembukaan, para guru, dua orang frater (Fr. Alfonsius De Navarete, SDB dan Fr. Heribertus Ola Nerek, SDB) dan Br. Alfridus Tena, SDB serta siswa/i berkumpul bersama di Aula wisma Kompas. 

Siswa/i sangat antusias tatkala mendengarkan sharing pengalaman dan kata-kata bijak para frater dan bruder yang menyentuh hati mereka. 

Inti pengalaman Frater Farid dan kedua temannya mengungkapkan cinta Tuhan lewat pengalaman sederhana. Tuhan mengubah, lalu memanggil mereka untuk mewartakan kabar gembira di tengah-tengah dunia. 

Kelihatannya, siswa/i sangat antusias mengikuti acara pembukaan retret itu sehingga mereka penuh semangat mengikuti jadwal yang telah ditentukan. 

Seusai makan malam, Fransiska dan kawan-kawan mengikuti doa Rosario berjalan. Doa Rosario tersebut dilakukan secara berkelompok dan didampingi oleh para frater, bruder dan para guru, lalu dilanjutkan dengan doa bernuansa karismatik yang dipandu oleh Felisa, Meijika, Ricy dan didamping oleh frater, bruder dan para guru. 

Dalam doa itu, banyak yang menangis ketika mengingat kembali pengalaman masa lalu khususnya pengalaman bersama ibu dan ayah mereka. 

Hal unik dan menarik dalam doa bernuansa karismatik tatkala guru agama yang kerap disapa Pak Sarfin itu berpuisi dengan judul Teruntuk Ayah Dan Ibunda dan diiringi dengan petikan gitar yang dimainkan Ricy. 

Bunyi puisi tersebut: 

TERUNTUK AYAH DAN IBUNDA

Sembilan bulan kau berada di Rahim sang ibu,
Sembilan bulan juga sang ibu berbeban berat,
Namun Sembilan bulan jua, dia mengurai seuntai harapan
Di lubuk hatinya

Sembilan bulan sang ibu menderita, namun
Sembilan bulan juga dia bersunting senyumaan, 
Kebahagiaan, 
Sebab kau ada, akan datang dan hidup, 
dan menari riang di dunia ini

Sembilan bulan, sang ibu mengukir kasih sayang, cinta di bilik dan 
ruang hatimu agar kelak kau jadi
Wajah memesona karna cinta

Sang ibu, tak membedakan kau berwajah laki-laki atau perempuan
Cintanya menyeluruh padamu
Kasih sayangnya tak tertandingi,

Saat kau dilahirkan, 
Sang ibu mempertaruhkan nyawanya,
Demi kau, dia menjerit kesakitan,
Karena kau, separuh nafasnya menyesak di kala lelahnya 

Seusai kau dilahirkan, sang ibu merawatmu, 
membesarmu dengan
penuh cinta dan kasih sayang….

Demikian sang ayah,
Dia memang tidak melahirkanmu, namun
Dia mencari nafkah untuk
Menafkahi ibu dan dirimu

Cinta ayah terurai dari tetes keringat di bawah trik sinar matahari
Kasih sayangnya termeterai di setiap langkah kaki saat 
dia memenuhi kebutuhan
Kasih sayang ayah terlukis dalam senyum manis saat 
menatap dan membelaimu dalam belaian tangannya…

Lalu apa balasanmu?
Apa tanggapanmu terhadap kasih sayang ibu dan ayahmu?

Berterimakasihlah teruntuk ayah dan ibunda tercinta,
Selipkan nama mereka di setiap doa-doamu, agar
Mereka tetap sehat, kuat dalam mengarungi kehidupan, serta
Tetap berbahagia lewat senyuman yang terurai dari bibir manis

Itulah puisi menarik yang menyentuh hati siswa/i saat doa berlansung. Selain puisi yang dibawakan guru agama, Felisa dan kedua temannya sangat mandiri dan penuh wibawa memandu teman-teman saat berdoa. 

“Mereka sangat berinisiatif untuk melakukan animasi doa sendiri. Mereka juga sangat memahami ketika kami mensharingkan pengalaman hidup”, kata frater Farid saat diwawancara bintangnusa.com, Jumat, 16/11/2018. 

Lebih lanjut, Farid mengatakan mereka memahami ketika kami sharing, lalu ketika berdoa Rosario, mereka sangat serius berdoa.

Acara pembukaan retret memberikan kesan baik bagi frater Farid dan kawan-kawan oleh karena keaktivan siswa/i dalam kegiatan hari pertama dan tatkala memimpin doa khususnya doa yang bernuansa karismatik. (BNC)

×
Berita Terbaru Update