-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

CINTA PERTAMA DAN CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI

Selasa, 27 November 2018 | 19:40 WIB Last Updated 2019-12-15T02:24:37Z
CINTA PERTAMA DAN CINTA LAMA BERSEMI KEMBALI


Penulis akan mengambarkan cerita antara dua sosok yang akan dipertemukan di tahun politik antara cinta pertama dan cinta lama bersemi kembali. Rasa ingin tahu bergelora terkait cinta pertama dan cinta lama tersebut.

Apa sebenarnya cinta pertama? Cinta pertama merupakan pertemuan yang terjadi secara singkat namun ada imanjinasi yang akan menemukan kedalaman rasa itu, ada ruang dan waktu sehingga sampai pada titik kasih sayang. 

Sesunguhnya cinta menempati posisi paling puncak dalam berpolitik, tanpa cinta politik akan kehilangan jati dirinya dan kehalusan jiwa, ia tdak berbeda seperti serigala memangsa setiap yang ia sukai dan benci 

"Dalam politik, perjuangan tertinggi demi mensejahterakan rakyat mesti di landasi dengan cinta,  cinta akan kemanusiaan, cinta kepada rakyat, cinta pada keadilan, cinta kehidupan sejati, cinta akan kebijaksanaan, cinta kepada Tuhan yang maha esa.

Itulah hakekat perjuangan seorang politisi dalam mengarungi samudera politik yang luas ini. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan, kita melandaskan cinta dalam seni berpolitik.

Seni berpolitik yang berlandaskan cinta mesti dibuktikan dengan perbuatan dengan maksud untuk memenuhi kebutuhan pihak yang kita cintai yakni rakyat.

Bukan malah kita hanya menggombali rakyat dengan kata-kata indah tetapi nihil pelaksananya.  

Di tahun politik yang semakin panas ini, model cinta pragmatis bagaikan cinta pertama dan cinta lama bersemi kembali dalam panggung politik.

Namun sayangnya antara kedua idola ini, mereka masing-masing berbagi banyak konsep supaya cinta mereka bagaikan bungga mawar yang selalu di sukai banyak orang. 

Semenjak mereka dipisahkan selama lima tahun  penulis mengambarkannya dengan nama Dian dan dino,   seiring berjalannya waktu mereka saling menawarkan apa yang harus dilakukan supaya kita bisa di satukan dalam ruang dan waktu.

Namun dengan pelbagai alasan Dian tidak lagi menerima cintanya dino. Kata Dian dengan suara lantang, "Dino engkau telah meninggalkan aku selama lima tahun, engkau suda begitu puas di luar sana tanpa mengingatkan aku, tanpa menjaga perasaanku, hatiku sakit sekali ketika mengingat pahitnya tatkala kau tinggalkanku. Aku bisa berjuang sendiri walaupun tanpa dirimu".

Pada sore hari Dian duduk di atas sebuah bukit. Penulis menamakan bukit itu yakni bukit cinta  
Dian menatap senja di ufuk timur mengarah ke arah barat.

Sudah ada tanda kegelepan di sana. Dian menatap sekelilingnya, sambil bertanya di dalam hati, apakah mereka ada yang berfikir untuk  aku.

Namun awalnya dian tahu akan ada hasil dari sebuah pemikiran untuk menjadikan dirinya bergerak, sejatinya hidup dalam kesendirian.

Dian melihat tanda dan dia menyimpulkan tanda itu dengan pudarnya cinta mereka berdua.

Namun seiring berjalannya waktu dian menemukan pemikiranya secara integritas dan aktulisasi. Bahwa prose ini akan aku peragakan pada panggung cinta dengan moto "melangka dengan hati, bekerja dengan tangung jawab. Itu adalah moto dian untuk kedepanya. 

Dia berusaha melawan tantangan tanpa ada keraguan. Dian menampakan wajah sukacita. 

Dian pun berkata cinta pertama sering ditandai dengan periode perkembangan terutama saat menjalani pengalaman baru pada tataran demokrasi karena kata dian kita tidak akan cinta kepicikan melainkan kita cinta kebijakasanaan.

Dian juga mengatakan, akibat hubungan tersebut bisa membantu untuk mengenal identitas seseorang untuk melangkah maju.

Salam satu hati dengan mengedepankan rasa cinta di tahun politik # 2019

Oleh: Husni Mubarak
Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pancasakti Makasar

(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update