-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kondisi Perguruan Tinggi Hari Ini

Rabu, 21 November 2018 | 18:36 WIB Last Updated 2018-12-11T16:47:04Z

------------------------------------

Kerap kita tahu bersama bahwa perguruan tinggi adalah salah satu bentuk yang paling penting dalam kehidupan masyarakat,  karena salah satu mutu perkembangan hidup dinilai dari betapa pentingnya dunia pendidikan.  

Salah satu hal yang menunjang mutu dunia ekonomi dan politik yang paling urgent adalah pendidikan. Tidak salah jika ada yang menyatakan terpuruknya ekonomi dan politik  suatu bangsa yakni karena pendidikan telah diabaikan.  Sebagai institusi sosial, pendidikan tidak dapat dilepaskan dari masyarakat dengan segala aspek kebutuhanya.

Penulis merasa tertarik dengan pernyataan populer yang terungkap di ruang publik. Pernyataan tersebut berbunyi demikian life is education,  education is life" hidup atau kehidupan adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.  

Proses kehidupan pada hakikatnya adalah proses pendidikan dan proses pendidikan merupakan proses kehidupan manusia itu sendiri.  

Dalam UUD secara tertulis nilai itu telah di suarakan oleh bangsa bahwa tujuanya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.  

Namun kondisi perguruan tinggi hari ini telah berbalik arah dengan dibentuknya pendidikan yang bernuansa materialisme (kapitalisme).  Budaya ini telah meramba dunia pendidikan yang cenderung hanya bicara soal uang dan keuntungan materi.  

Munculnya gejala ini dikarenakan landasan pendidikan kita lebih mengacu pada filsafat materialisme dan positivisme.  Kedua dasar filosofi pendidikan kita  telah menyimpang dari jiwa kemanusian yang hakiki.  Poses dan hasil pendidikan tidak banyak menampakan wajah kemanusiaannya,  tetapi justru sebaliknya adalah perilaku-perilaku yang menyurpai serigala yaitu yang kuat memangsa. 

Kuatnya intervensi negara dalam dunia pendidikan mendorong manusia mereduksi ruang-ruang kreatifitas dan imajinasi,  kemanusiaan. Akibatnya produk pendidikan lebih banyak melahirkan robot-robot dan mekanis ketimbang manusia yang imajinatif,  kreatif dan budaya. 

Kita menyepakati bahwa peradaban yang datang yang benar-benar harus ada belenc antara kebutuhan secara seutuhnya sebagai mahsiswa itu sendiri, secara subtansinya yakni ilmu pengetahuan.

Kalau kita mengkaji dari segi unsur kata bahwa kata universitas itu luwes,  di mana manusia mengkaji dialektika  keilmuan dalam rangka memahami secara menyeluruh apa yang ada pada manusia dan di luar dirinya. 

Namun yang sering terjadi beberapa kali, kampus mengambil aksi sepihak,  semisal mengebiri ruang kemerdekaan berpikir mahasiswa sehinggah tak,  berlebihan bila dikatakan bahwa universitas telah kehilangan jati dirinya. 

Karena tanpa mereka tahu, apa sebenarnya nilai yang harus mereka berikan kepada mahasiswanya.

Harapan kami sebagai mahasiswa, kami butuh keseimbangan antara kebutuhan yang telah kami tunai dengan nilai ( meny melalu tahapan administarasi universitas). 

Semoga kita tetap merasa bodoh ketika kita menyadari kehidupan ini sehingga kita tidak pernah berhenti belajar.

Kata so Hok Gie : murid bukanlah kerbau dan guru bukan dewa maka carilah keseimbangan itu.. 

Sekian....

Oleh: Husni Mubarak
Penulis adalah Mahasiswa Pancasakti Makasar

×
Berita Terbaru Update