-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ANTOLOGI PUISI YS SUNARYO

Minggu, 18 November 2018 | 22:41 WIB Last Updated 2018-11-18T16:30:39Z

RAMUAN PAHIT SANG NENEK

Kata nenekku hidup mesti prihatin
kencangkan ikat pinggang
agar lapar tak menjadi tontonan
segerombolan pemuja kenyang
yang giat membuat
proposal air mata

Nenek tak ajarkan pemberontakan
kecuali pesan ketawakalan
kerja serupa burung
terbang pagi senja pulang
membawa keberuntungan

lalu katanya sabar dalam ikhtiar
dengan jalankan kewajiban
lawan ketika hak diambil orang
dan kepalkan tangan
saat maling berdatangan
di tanah warisan
di tanah yang diperjuangkan

Kata nenekku hidup mesti perih
meraih dan bisa menagih
kesejahteraan yang diundang-undangkan dan
kemakmuran yang lama dijanjikan bukan
dengan cara meminta-minta
namun berikan luka pada penguasa
agar ia bisa menyeka
derita yang telah nganga

Kata nenekku pilihlah pemimpin
yang bisa prihatin dan merasakan perih
tak hanya rintih minta dipilih
lalu lagi-lagi tebang pilih

Kata nenekku, kapan pemilu
seperti yang dulu-dulu itu

Bandung, 19 November 2018

KERETA KEMISKINAN

Catatan silam
tentang jerit kereta api barang
menyeret batang-batang tebu
dari sawah-sawah di Indramayu
lalu transit di Semarang
bergelimpangan kemiskinan
diterkam mulut kompeni
hilang, remuk di perut koloni

Catatan kusam
datang menggelinjang
ketika komoditi petani digerus besi
santapan makan malam di luar negeri
tak kenyangkan anak-anak bangsa
kecuali nyanyian pucuk padi
luka menganga nyeri

Memang semakin membentang
jalan-jalan menuju pelabuhan
tol telah deru percepatan
tetapi aku tak mau
kencang hanya lambaian
pada pucat pasi tangisan
petani terjepit lahan sempit
kembali hanya manis persembahan
bagi jajahan-jajahan tanpa senjata
oligarki berwajah globalisasi

Kupahami sekarang
hilang jalan kereta api barang
kini berganti gerbong cekik dasi
tebu mati di ganas peradaban
kemanusiaan bukan
tujuan yang diunggulkan

Bandung, 18 November 2018
×
Berita Terbaru Update