-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RATAP JIWAKU MERESONANSI RUANG DADA IBUKU

Sabtu, 17 November 2018 | 09:52 WIB Last Updated 2019-12-13T03:47:26Z
RATAP JIWAKU MERESONANSI RUANG DADA IBUKU


Karya : Yo Herie Suyidna

Lonceng keheningan malam menerpa
Sudut edarnya menunjuk angka nol
Suara Rizallolah mengumandang syahdu
Bertalu talu menyayat hatiku
Dari ujung ujung dunia tak terjangkau olehku

Oh...Ibu
Aku putra rentamu duduk bersimpuh di ledunya ragamu, Ibu
Ratap kenestapaan jiwaku
Telah mencapai titik kesempurnaanya, Ibu
Pedih bu

Tak bolehkah aku mengadu padamu
Lihatlah ibu, lihatlah
Lelah ragaku,
Sakit di jiwaku,
Putra rentamu tak berani mendongak
Menatap mata teduhmu

Ibu biarkan kepalaku, kuletakkan di punggungmu
Lunglai ya bu
Air peneduh ragaku telah mengalir deras
Membasahi kebayamu
Karena aku ingin menanggalkan penatku

Tak mampukah ibu mendekap dadaku
Tak kuasakah engkau
Mengelus rambutku dengan tangan kirimu
Jiwaku meratap dalam pedihku

Bu kain jarit penutup auratmu
Yang membentengi aku saat terbit
Yang bergumul dengan tumpahan darahmu
Yang mengalasi kawah ketuban kakangku
Yang membokori ari ari sebagai bantaran ragaku
Yang engkau doakan untuk diriku

Hai Nak
Selimutkan kain lampin ini
Saat engkau sakit di jiwamu

Nak katamu
Kain ini telah terkoyak malang melintang tak beraturan
Dan aku berusaha merajut kembali
Tapi apakah aku mampu

Jangan hanya diam Bu
Jangan kau palingkan wajahmu
Kenapa kau ikut merunduk sehadap denganku
Kenapa ibu ikut tersedu
Kenapa bangkumu juga kau penuhi linangan air mata

Ini seharusnya milikku sendiri,
Apa dada ibu teresonansi ratapku,
Tidak... dan juga harus tidak Bu
Putra rentamu harus tegak
Kokoh dan kuat
Karena putra rentamu batu karang yang teguh
Benteng gunung batumu,
Sehingga ragamu tetap menghijau, Rapi

Trenggalek, November 2018
×
Berita Terbaru Update