-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BERTEKUKLAH, DESEMBER AKAN MENENANGKAN JIWAMU

Senin, 24 Desember 2018 | 13:32 WIB Last Updated 2018-12-24T06:32:57Z

Suasana Jiwa yang selama ini melara, menyiksa batin, memburamkan masa depan seakan hilang, lenyap, dan terbang melayang  terbawa bayu dari segala arah. Dalam keseharian segala duka, luka dan pandangan yang meruncing nalar yang sering membatalkan planing-planing yang terus membayang dalam pikiran, ku kuburkan pada lubang yang dalam dan ku sembunyikan saat gelapnya jagat.Terlintas sejenak dalam bayanganku, untuk apa semuanya itu terus melekat dalam ragaku? melilit pada pikiranku dan mengombang-ambingkan batinku? Biarkanlah semuanya hilang dalam sekejap, jangan sampai menabrak niat baikku ke depan. Bagiku itu semua adalah belenggu yang mencoba merajam masa depanku. Itu semua bahaya yang mengancam geliatku seperti senjata dan bedil-bedil zaman sejarah yang memburu masa depan anak bangsa. Kelam yang pernah menduka hidupku dan luka yang pernah merajam jiwaku pelan-pelan tersurut dan hilang hingga cerahnya sinar dari ufuk timur membawa suasana baru yang membangkitkan semangatku untuk terus melangkah ke arah yang pasti.

Dedaunan yang kering kerontongan pun terbakar oleh terik matahari kota karang; batu karang tak kalah tajamnya ketika diinjak. Pun cacian dan hinaan yang pernah menyiram akalku. Bagiku itu hanyalah sebuah ujian kecil yang mencoba menghantam asaku.Yang lalu biarlah berlalu, yang lama biarlah tenggelam pada dalamnya laut. Biarlah mobil kijang yang berlari kencang di seputaran Kota karang menabrak, menggilas menjadi halus sehalus ampas tahu. Meski hanya sebatas mengawang dalam bayangan tapi pautan kata yang aku lantang menyegarkan imajiku.

Pada segelas kopi yang aku nikmatin sore ini membangkitkan semangat dan menginspirasi citaku yang nanti menjawab segala riak yang mendengung dalam pikiranku.Yah....mungkin kopi sore yang aku teguk dengan sedikit racikan rasa yang menghangatkan  ragaku, menyemangati hari-hari hidupku, menghilangan segala kegelisahan yang melinangi suasana perih yang aku rasakan selama ini. Kopi yang aku teguk kiranya melahirkan ide-ide baru yang langka kutemukan dalam hidupku. Kopi bersama gula yang menjadi teman setianya memberikan energi positif mencairkan suasana Desember tahun ini. Dengan kopi sembari menatap dan memfokuskan mata pada setumpuk kertas yang berapit rapi yang menyajikan kata dan kalimat, tak mungkin gagasan baru muncul dengan sendirinya. Paling tidak gagasan akan setajam silet dalam membangun argumentasi yang jernih dan meruncing nalar.

Butir-butir air yang jatuh dari langit makin mengencang dengan derasnya. Berlomba-lomba jatuhnya setiap butir yang berdetak kencang ke setiap seng rumah kawula. Begitupun butiran-butiran itu membasahi halaman rumah, air yang mengalir ke aspal menggenang setiap lubang-lubang kecil di setiap tempat. Angin sepoi-sepoi pun tak kalah hebatnya menghembuskan hawa dingin sampai merasuk ke tulang paling dalam. Desember kadang menjengkelkan. Kenapa menjengkelkan ? yahh.. Hanya sesekali kita melihat cerahnya jagat, sinar yang diburamkan oleh awan hitam yang pekat, pakaian kadang tak kunjung kering oleh cahaya matahari. Apalagi kalau bersua dengan si dia yang selalu menjamu rindu seperti terus dihalang-halangi hujan yang tak kunjung berhenti.

Aku coba maknai Desember ini dari sisi positif. Desember sungguh bulan menenangkan jiwa dalam menyambut sang juru selamat. Bulan yang penuh dengan suasana yang menggembiarakan. Jiwa-jiwa yang pernah meluka dalam dosa Desember akan melenyapkan segalanya. Hati akan tenang dan damai, bersua dalam ruang rindu yang sontak kegirangan. Desember menghilangkan sepi, melenyapkan lara yang membara, mencerakan mata dengan panorama indah permai. Bertekuk lutut, katupkan tangan, urungkan niat kepada sang pemilik jagat. Kicauan makhluk bersayap tak kalah riuhnya di pepohan liar. Merenunglah sejenak sembari pejamkan mata, lalu melantunkan sajak-sajak doa kepada sang penguasa alam semesta. Cernakan dengan akal yang sehat menyambut suasana natal yang meriangkan jiwa-jiwa yang pernah melara. Tanamkan dalam-dalam bahwa Tuhan sungguh dan akan bersemayam dalam lubuk hati kita masing-masing.

Mungkin sebagian manusia sedang memikirkan apa kado terindah untuk dikasih kepada kekasih hati atau barang apa yang layak untuk diberikan kepada sesama. Bagiku hanya sebuah  untaian kata yang  aku sematkan dengan sajak-sajak indah. Pun bahasa hati yang berapit rapi yang tak membuncah berupa bisikan-bisikan halus. Peristiwa natal Desember mengingatkan  kepada kita sebagai pengikut kristus. Mari kita tinggalkan segala permusuhan yang pernah melanda hidup kita yang mungkin sungguh menyakitkan. Juga rasa benci yang menukik nalar yang mungkin kita pernah memerciknya dengan kata melukai jiwa. Tinggalkan segalanya dengan hati yang terbuka, dengan lapang dada dan berjiwa untuk memaafkan sesama yang kita tidak sukai.

Berlututlah dan tundukkan kepala lalu sampaikan secara pelan tanpa suara, Tuhan......maafkan segala amarah yang pernah aku lakukan selama ini. Tuhan...biarkan semunya tenggelam dalam senja yang sekejap dan terbawa oleh derasnya air di kali. Bernyanyilah dengan gembira sambil menepuk kedua tangan, Tuhan....Tuhan....maafkan segalanya.

OLEH : ROBERTUS DAGUL

MAHASISWA SEMESTER 7 POLITEKNIK NEGERI KUPANG
PENULIS ADALAH PENGGIAT DAN PENIKMAT SASTRA

×
Berita Terbaru Update