-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

CINTA YANG TERBELI

Selasa, 18 Desember 2018 | 00:05 WIB Last Updated 2019-12-14T14:48:40Z
CINTA YANG TERBELI


OLEH: DOLIN ANANG

Rikus namaku, putera daerah Manggarai
Aku hanya seorang petani
Yang tak berpenghasilan tinggi.
Tidak pernah sekolah tinggi meski punya cita-cita  yang tinggi

Juga punya keinginan yang tinggi.
Nama istriku si Siti, Anak pak mimin
Yang berprofesi sebagai pejabat tinggi di dalam negeri.
Istriku tamatan sekolah tinggi
Punya pangkat yang tinggi
Juga gaji yang tinggi
Sehingga dia mampu membeli tumit tinggi Karena usaha sendiri

Namun sayang, kami belum bersuami istri secara resmi Karena belis yang terlalu tinggi.
Pada waktu itu,
Di rumah pejabat tinggi, pamanku itu
Ia meminta belis tinggi
Aku hanya bisa tunjukan gigi karena tidak punya apa-apa lagi.

Aku nekat mempersunting si Siti karena di antara kami ada hati yang saling mencintai
sayang, pak mimin tak pernah mengerti.
Ia selalu berbahasa tinggi yang kini berujung pada diriku yang darah tinggi
Aku mau dilarikan ke rumah sakit, namun sayang, biaya terlalu tinggi.
Siti, biarkan aku pergi ke tempat yang tinggi karena aku belum mampu 
Melunasi belis yang tinggi.

NB; Cinta berada di atas segalanya. Praktek belis memang budaya yang terus dipupuk dalam kebudayaan Manggarai.

Namun, tidaklah pada posisinya jika karena belis, hubungan yang telah diikatkan itu akan dilepaskan kembali. Dalam puisi di atas, disematkan perasaan dan pandangan penulis terkait realitas yang bergerak menuju kekhaosan.

Praktek budaya belis tidak lagi dalam posisi yang sebenarnya yang kini menjurus pada kehancuran dan kebingungan di tengah masyarakat.

Sebenarnya, cinta harus diposisikan pada tempat yang pertama dan bukan belis. Jika belis berada pada level yang pertama, maka makna cinta itu tidak lagi relevan. Sebab, jika belis tidak ada maka cinta itu ditiadakan pula.

(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update