-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DI SERIBU SATU MALAM NESTAPAKU

Selasa, 18 Desember 2018 | 22:20 WIB Last Updated 2019-12-14T14:30:01Z
DI SERIBU SATU MALAM NESTAPAKU


Karya : YO HERIE SUYIDNA

Seribu malam aku larut dalam nestapa
Menimang sendu ditemani kalbu
Di lantai berdebu bilik kamarku
Aku tak mampu mencurahkan rasa hati, pada siapa
Pedihnya gelora tentang rusuk tambatan hati

Seribu malam aku bertanya pada Sang Tuhan
Tertunduk menghiba curahkan air mata
Menelusuri sungai kenang mengais sebuah kesalahan
Tidak aku temukan secuilpun kenisbian

Tapi mengapa Tuhan dia meninggalkan aku berbatangkara
Sendiri sepi merajut kenestapaan
Tega melepas tali dengan alasan terekayasa
Aku sangat mencintainya, Tuhan
Dan aku tahu diaku juga demikian
Tapi sudah seribu hari tanpa tegur sapa
Seribu malam juga aku memintal puja pada-Mu

Langkah kecilku di malam seribu satu
Tanpa tahu arah kemana aku berjalan
Jiwa dan rasaku sebagai kompas dan nahkoda
Karena kepedihan hati telah membutakan rasa

Sepanjang jalan aku lepasi penutup raga satu per satu
Sambil mengumpat puja tak patut pada-Mu Sang Tuhan
Aku menggigau dalam mimpi berjalan

Terlepas sudah semua kain penutup aurat
Telanjang bulat berselimut semilir angin malam
Berdiri tegak dengan hati tersayat
Mata memandang lurus sebuah nisan yang usang
Tangisku tak terbendung dalam ketelanjangan raga
Akupun terduduk bersimpuh di gundukan pusara yang sudah rata

Ayah... aku sudah lelah, ayah
Aku ingin mengubur rasa belahan jiwaku padamu, ayah

Saat aku berdialog batin almarhum ayahku
Di genggaman tanganku bergetar hebat
Aku termangu membaca kata,
Rehan memanggil

Oh ... Rehan
Benarkah kau memanggiku di seribu satu malamku
Aku angkat dan  bilang halo mas
Clara ... kau dimana
Bibirku kelu terkunci kata mendengar suara pujaan hati menyapa
Aku dimakam ayah mas
Oh... Clara maafkan aku
Ponsel terpadam tiba tiba
Tangisku makin tersedu tak tertahankan
Ayah... aku benar benar lelah, ayah
Clara maafkan aku, Clara

Sebuah jaket menyentuh tubuhku
Dua tangan kekar Rehan merangkul dalam peluk lembut

Mari clara aku antar pulang
Dan aku ingin menjadika dirimu, ibu dari para anakku nanti
Oh ... mas Rehan ...
Desahku dalam rekahan bunga dadaku

Trenggalek,
16 Desember 2018
(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update