-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DOA MAMA MEMANAH BADAI

Sabtu, 22 Desember 2018 | 09:23 WIB Last Updated 2019-12-06T23:51:14Z
DOA MAMA MEMANAH BADAI


Oleh: Nasarius Fidin

Hampir sekian tahun aku berada di tanah rantau. Semenjak aku menaruh mimpi di relung sukma, aku mengepakkan sayap-sayapku, beterbang ke alam bebas, melewati panas dinginnya suhu, menerjang lika-liku perjalanan.

Aku menanggalkan kenyamanan rumah, meninggalkan papa, mama, adik-kakak, keluarga dan teman-teman sepermainanku di natas bate labar (halaman kampung), wan koe etan tua ( tua-muda).

Aku lebih memilih jalan yang hendak aku tujui sesuai dengan tiupan sepoi Roh Kudus. 

Ada banyak kisah kasih, suka duka, air mata kegagalan, derita, cobaan, dalam pencarian jati diriku yang sejati.

Aku merasa sendiri tatkala semuanya itu merenggut roh/semangat juangku. Kesendirian atau kesepian bagaikan ular kobra yang memagut beribu berlian di dalam diriku.

Aku jatuh, jatuh, bahkan jatuh berkali-kali. Aku gagal, gagal, bahkan gagal berkali-kali di atas lantai perjuangan ini. Entah mengapa itu terjadi...? 

Namun pengalaman jatuh, gagal tidak memadamkan lilin-lilin kecil di paling sudut sukmaku. Aku tahu itu semua berkat doa-doa mama, papa, adik-kakak, dan keluarga.

Terimakasih mama....Terimakasih papa...Terimasih adik-kakak dan keluarga serta teman-teman seperjuanganku. 

Bagiku pengalaman menanggalkan kenyamanan rumah merupakan perjalanan "spiritualitas pergi". "Spiritualitas pergi" berarti aktivitas melepaskan segala keterbatasan, ketersempitan, kegagalan, kenyamanan, kemalasan, kegensian, kesombongan dan keegoisan demi menggapai mimpi. 

Mimpiku adalah menikmati hidup dalam kesejatian dan kekekalan cinta yang kugapai dalam cucuran keringat dan air mata.

Aku berjalan meski secara kasat mata seorang diri, namun sesungguhnya, dalam keyakinan ini, aku tak berjalan sendiri.

Mama, papa, adik-kakak dan keluarga bersamaku dalam melewati badai menerjang kehidupan. 

Ibu/mama adalah sosok yang paling dekat di perjalanan ini. Tatkala aku melangkah, mengayunkan kaki, menggerakkan jemari di atas garis kehidupan, aura, wajah mama selalu melintasi sukma.

Senyuman mama bagaikan tongkat yang menopangku tatkala aku terjatuh hingga terluka dihempas gulungan ombak. Aku kuat. Aku teguh, tenang dan damai. 

Mama bagaikan merpati putih yang selalu beterbang, hanya sekedar mengintip, apakah aku diterkam harimau samudera.

Sayap kasih sayangnya selalu ada, hinggap di bening mataku untuk menatap ke depan, dan menunjuk arah yang hendak kulalui.

Mama seperti merpati yang mengajarkanku tentang keputihan hidup. Dia mengajarkan aku mengenai jalan lurus dan lebar yang harus kugapai. 

Mama melalui doa-doanya memampukan aku bangkit dikala jatuh, berpacu tatkala lelah, berjuang saat tak berdaya.

Bagiku doa-doa mama merupakan anak panah untuk memanah badai kehidupan. Semoga Tuhan beserta mama, papa, adik-kakak dan keluarga serta sahabat-sahabat seperjuanganku. 

Tuhan, mereka adalah milikku. Semoga semua milikku itu ada dalam dekapan jemari-Mu. Semua milikku adalah milik-Mu jua. Kupersembahkan mereka dalam kehangatan cintakasihMu. 

#Selamat Hari Ibu#

Gambar diambil dari ledauphine.com
×
Berita Terbaru Update