-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

HUJAN DAN AIR MATA, ANTOLOGI PUISI AGUNG PRANOTO

Minggu, 09 Desember 2018 | 08:09 WIB Last Updated 2018-12-09T01:09:24Z
(Gambar dari google)

Oleh Agung Pranoto, Dosen Surabaya

HUJAN DAN AIR MATA (II)

Hujan adalah kumpulan air mata yang mengaliri sungai peradaban
Lalu menguap serupa gumpalan awan hitam yang tertikam kekuasaan
Dan kembali jatuh pada setiap pergantian kebijakan

Hujan adalah air mata anak bangsa dengan jiwa-jiwa yang papa
Disebabkan oleh minda wakilnya yang menegasikan ayat-Nya
Lalu mereka berpolah demi gelembung perutnya
Melupakan bakteri-bakteri menggerogoti harta, tahta, dan wanitanya

Hujan adalah tangis nelangsa bukan korban bencana
Namun luka menganga atas tergadainya tanah persada
Yang tidak lagi untuk kemakmuran bangsa

Surabaya, Indonesia
25 November 2017

JASMERAH

Peletakan batu pertama rumah negeri
dikumandangkan tujuh puluh dua tahun silam
Soekarno-Hatta sang proklamator
telah menggunting pita rumah merdeka
dambaan penghuni pertiwi yang lama papa

Luka negeri mengiris jiwa-jiwa nestapa
berabad-abad terjerat jeruji jepang dan belanda
darah-darah pahlawan menggenang ladang
tankeluh dan lenguh  serta tansurut berlaga
semua demi satu tekad berdirinya rumah:
m  e  r  d  e  k  a

lalu, ketika rumah merdeka berdiri
kemakmuran negeri tersimpan dalam lumbung pribadi-pribadi
penghuni pertiwi selalu dan selalu merasakan nyeri
oleh tingkah sesama di bawah naungan merah-putih,
Pancasila, dan Undang-undang dasar negeri

kini, merdeka menjadi kata purba
seakan tercengkeram dalam gua raksasa yang murka
yang kadang menyelinap dalam baju takwa
saat pengambilan sumpah amukti tahta

Jasmerah, oh, Jasmerah
jangan melupakan sejarah pada sesiapa yang duduk di singgasana rumah
sebab darah dan tangis pelaku sejarah masih terus mengalir hingga entah
meski tulang-beluLang lapuk termakan anai-anai tanah

Surabaya, 26 November 2017

ANAK GEMBALA
   
         : eyang erry amanda

Terlahir sebagai anak gembala
di tanah kapur
sambil memainkan layang-layang
menembus cahaya
hingga malam pun bulan jatuh di kepala

Anak gembala ini  langka
menguak luka dunia hingga senja
lalu dilukisnya di kanvas daun
dengan jernih embun
hyperneo pun memancar
sinarnya menembus nalar

Anak gembala kini sering mencabar
daun-daun yang terserak
namun memendam gelisah
tentang norma yang terlindas

28 November 2017

INSOMNIA

Di gigil gerimis semalam
mataku bulan purnama
hingga bulir embun di ujung daun dituntaskan surya

Pergumulan dengan waktu
kian menaburkan ngilu
mata semakin memancarkan riuh kepala yang gaduh

1 Desember 2017

SUNYI

Kupetik sunyi
lalu kusunting
dalam hati
membaca jejak
di cermin retak
sungai air mata tumpah
mencari arah pulang
menuju dermagaNya

4 Desember 2017

×
Berita Terbaru Update