-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

JATUH CINTA PADA BUKU

Kamis, 20 Desember 2018 | 11:43 WIB Last Updated 2019-12-05T11:16:43Z
JATUH CINTA PADA BUKU
Ilustrasi dari idntimes.com

"Buku adalah gudang ilmu dan membaca adalah kuncinya. Buku adalah jendela dunia."

Oleh: Atin Supartini

Pepatah-pepatah itu tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kita suka mendapatinya di dinding-dinding kelas sejak SD.

Waktu itu aku tak begitu memikirkan arti yang terkandung di dalamnya. Yang jelas, aku harus rajin membaca supaya pintar.

Pepatah yang menurut saya, tak pernah usang oleh waktu. Karena buku harus menjadi sahabat dalam hidup kita.

Buku juga harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Dengan buku kita dapat tahu sisi lain dari dunia yang ternyata bermacam-macam bentuknya.

Buku. Orang tualah yang pertama mengenalkanku padanya dari sejak mulai belajar membaca.

Di kelas satu SD, aku pun mulai diajarkan membaca buku pelajaran. Semangat masih menggelora, inginku cepat-cepat lancar dalam membaca.

Hampir setiap pulang sekolah, aku selalu membaca buku.Kelas pun meningkat ke kelas dua, dan tiga. 

Di sana, aku didorong oleh guru tuk membaca buku di perpustakaan. Betapa bahagianya hatiku mendengar perintahnya itu.

Setiap jam istirahat, bersama teman aku langkahkan kaki menuju perpustakaan. Letaknya, masih satu ruangan dengan kantor guru.

Hal itu membuatku agak segan dan malu. Sebelum masuk aku dan teman-teman suka mengendap-ngendap, memastikan tidak ada banyak guru.

Tetapi, namanya juga kantor pastilah ada guru. Aku dan teman-teman pun memberanikan diri.

"Assalamu'alaikum. Pak, Bu, izin masuk mau baca buku." ucapku memberanikan diri. "Iya Neng, silahkan masuk." jawab salah satu guru.

Lalu, aku pun memberi kode pada teman-temanku untuk masuk. Masuklah rombonganku, dan kami mulai menyerbu buku-buku. Kami pada sibuk memilah buku yang ingin dilahap.

Setiap murid ada yang mendapatkan satu, dua, bahkan tiga buku (termasuk aku) , lalu sejenak kita membaca di sana.

Tak lama kemudian, bel masuk pun memanggil-manggil, kami memutuskan untuk ke bagian pinjam-meninjam tuk meminjam buku ke rumah.

Setelah itu, kami kembali ke kelas melanjutkan pembelajaran.

Rutinitas itu aku tekuni setiap hari, hingga jika meninggalkannya ku rasa ada yang kurang. Buku-buku yang ku pinjam dari perpustakaan itu berupa buku cerita rakyat, dongeng, dan buku-buku pelajaran.

Setiap tahun, ke sekolahku suka ada Bazar Buku. Di mana sebelumnya guru membagi selembar data buku dengan harganya.

Di rumah aku suka "merengek" ingin beli buku. Buku yang aku suka seperti Buku Cepat Pintar, Atlas dan cerita anak-anak.

Di saat bazar bukunya datang, tercipta antrian para pelajar. Kaya mau dibagi sembako. Kini aku rindu momen-momen itu.

Namun, di setiap ada bazar buku aku tak selalu bisa beli buku. Karena kadang ibu lagi tak punya.

Dari sejak SD-lah aku mulai 'jatuh cinta' pada buku. Ke mana-mana dengan buku.

Beranjak ke tingkat SMP, aku masih tetap suka membaca buku. Juga aku masih suka pinjam buku di perpustakaan.

Namun, saat kelas satu aku banyaknya baca yang nonfiksi.

Semenjak kelas dua, aku mulai dikenalkan dengan buku fiksi yaitu novel oleh seorang guru bahasa Indonesiaku. Novel yang pertama kali ku baca itu berjudul "The A Single Shard." Novel itu pun pemberian darinya sebagai hadiah bagiku.

Lalu, beliau meminjamkan aku dua novel lagi; The Kitte Runner karya Khaled Hosseini. Novel itu mengisahkan persahabatan antara dua anak lelaki di Afganistan dan 'Ibuk.'

Dari sanalah aku mulai doyan baca novel. Terima kasih ku ucapkan pada guruku, yang telah memperkenalkanku padanya. Hingga aku 'jatuh cinta' padanya (novel).

Terkadang dengan membaca bisa membuat atau mengubah pola pikir yang masih kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa.

Hobi membacaku terus melekat hingga kini duduk di sekolah menengah kejuruan. Selalu aku penuhi tas dengan buku-buku yang aku pinjam dari perpustakaan.

Namun, sayang di perpustakaan itu belum ada buku fiksi, hanya terdapat buku-buku pelajaran.

Jodoh memang gak kemana, aku punya sahabat yang gurunya itu punya perpustakaan di rumah. Aku pun minta antar pada temanku tuk ke rumah gurunya itu.

Sesampainya di sana, kami disambut dengan baik. Terpesona....Aku terpesona di saat melihat deretan buku menjejali lemari.

Sungguh banyaknya, lalu aku mulai memilih buku apa saja yang ingin dipinjam. Betapa bahagianya hatiku bisa baca novel lagi, walau pinjam. Hehe....

Saking 'jatuh cinta'-nya pada buku, pernah aku membaca buku sambil jalan. Rasanya dunia milikku dengan buku. Betapa 'sayang'-nya aku pada buku.

Di saat merantau di kota metropolitan aku diajak tuan ke Indomart. Mataku langsung termagnet oleh sesuatu, apalagi kalau bukan deretan "novel."

Aku langsung menghampirinya, melihat-lihat judulnya. Semuanya menarik, tapi aku hanya bisa beli satu novel "Surga Yang Harus Ku Jaga." Sepanjang perjalanan mataku tetap termagnet padanya.

Lalu, saat aku membereskan buku-buku bekas di rumah tuan. Aku mendapati novel-novel bekas.

Aku tertarik olehnya. Hingga saat mau pulang ke kampung halaman, aku bertanya pada sang tuan.

"Apakah buku-buku ini masih dipakai? bolehkah kalau diminta?" "Sudah tak terpakai, ambilah." beliau menjelaskan.

Betapa bahagianya hatiku, dapat stok baru walau hanya buku-buku bekas. Kita jangan menilai buku dari sampul (tampang)-nya, tapi tilai-lah isinya. Aku pun pulang ke kampung halaman dengan buku-buku itu.

Kegemaran membaca kan ku jaga, karena dengan membaca selain dapat menambah luas cakrawala pengetahuan, juga dapat mendewasakan diri, menemani kita saat sendirian dan dia kan hidup dan menghidupi.

Bersyukur bisa jadi orang yang suka baca buku. Walau buku yang ku baca belum seberapa, tapi aku kan tetap semangat tuk membaca. Karena dengan membaca, hidupku bahagia...

Harapanku, jika kelak aku menjadi sesuatu. Aku ingin sekali punya koleksi buku di rumah, dan ingin punya rumah baca buat masyarakat di kampungku.

Guna mencerdaskan kehidupan bangsa. Aku ingin mengajak masyarakat tuk kembali gemar membaca dan 'jatuh cinta' pada buku.

Juga impianku, kelak aku bisa telurin buku juga. Ingin sekali karyaku bisa menjadi sebuah bacaan yang dibaca oleh khalayak umum dan bisa bermanfaat.

"Saya menganjurkan agar pemuda-pemuda membaca buku-buku untuk menambah ilmu dan mengamalkannya guna membangun Indonesia yang adil dan makmur," pesan Hatta yang tertulis di nisan peresmian.

Mari dari sekarang kita tanamkan dalam diri kegemaran baca buku. Karena dengan membaca, kita dapat mengenal dunia.

Jangan sepelekan satu kata, apalagi satu kalimat. Karena itu sangatlah berharga. Teruslah membaca, membaca, dan membaca. In Sya Allah, hidup kita akan bahagia...

Garut, 20 Desember 2018
×
Berita Terbaru Update