-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KEGELISAHAN SARJANA MUDA SEUSAI KULIAH

Minggu, 30 Desember 2018 | 13:45 WIB Last Updated 2018-12-30T07:15:10Z

Para sahabatku sedang menikmati hari bahagia. Keramaian pun tak kalah bersaing untuk mengekspresikan gelak tawa dan senyum yang menawan. Senyum karena satu tahap telah selesai dilewati yakni tiket menuju kesuksesan.

Bahagia dan canda tawa menjadi kesatuan. Maka, aku pun ingin tetap bersatu. Bersatu bersama sahabat-sahabatku. Setidaknya, kita pernah tersenyum karena cerita dan kenangan yang memesona. Bahagia karena berbagai perspektif berkibar dalam  bendera persatuan.

"Kau, aku dan juga mereka, adalah kita. Kita telah melukiskan kesuksesan dalam dunia perkuliahan. Kita juga telah membayar lunas utang jasa orang tua kita."

Sayangnya, pada saat itu pula, kecemasan menghiasi perjalanan selanjutnya. Setiap lulusan baru atau sarjana muda memilih kampung halaman sebagai tempat merajut asa.

Terkadang, realitas tak seindah ekspektasi. Apalagi, mereka lebih memprioritaskan lulusan orang dalam, sehingga melahirkan nepotisme, yang terkadang beranak pinak menjadi korupsi.

Tepat 27 Desember kemarin, kita telah melewati sebuah proses. Saatnya kita memikirkan dan mendesain sebaik mungkin program kerja yang akan kita lakoni di segmen kehidupan selanjutnya.

"Sudahlah, jangan terlampau cemas, perihal pekerjaan. Yang terpenting tetaplah berdiri pada konsistensimu dan tidak tergoda oleh agitasi dan propaganda waktu. Mungkin, ada waktunya kita menunjukan jati diri kita kepada semesta. Bahasanya; orang muda adalah ujung tombak perubahan. Oleh karena itu, wujudkan ide yang kita miliki dalam kreativitas dan inovasi. Di mana memberikan produktivitas yang berkontribusi positif bagi masyarakat dengan cara usaha berdikari."

Oleh: Cris Jata

×
Berita Terbaru Update