-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MENGENAL NH DINI DARI BUAH PEMIKIRANNYA

Selasa, 04 Desember 2018 | 23:37 WIB Last Updated 2019-12-19T18:49:32Z
MENGENAL NH DINI DARI BUAH PEMIKIRANNYA

Oleh Nasarius Fidin
(Goresan Singkat)

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin merupakan seorang sastrawan, novelis dan feminis Indonesia yang memiliki cara pandang luas tentang nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan dan kebangsaan. Sosok yang lebih dikenal dengan nama NH DINI itu lahir di Semarang, Jawa Tengah, 29 Februari 1936.

Ada banyak karyanya yang sangat terkemuka, seperti Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975), Namaku Hiro (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati Yang Damai (1998), Namaku Hiroko,  Penggalan” (Gadjah Mada, 1954), Kematian” (Indonesia, 1958), Kumpulan cerita pendek, Dua Dunia (NV Nusantara, 1956,), Tuileries (Penerbit Sinar Harapan, 1982), Segi dan Garis (Pustaka Jaya, 1983), Padang Ilalang di Belakang Rumah (Pustaka Jaya, 1978), Langit dan Bumi Sahabat Kami (Pustaka Jaya, 1979), Sekayu (Pustaka Jaya, 1981), Kuncup Berseri (Gramedia Pustaka Utama, 1982), Orang-Orang Trans(1985), Keberangkatan (Gramedia, 1987), Jalan Bendungan (Jambatan, 1989), Tirai Menurun (Gramedia, 1993), Tanah Baru, Tanah Air Kedua (Grasindo, 1997), Kemayoran: cerita Kenangan (Gramedia, 2000), Jepun Negerinya Hiroko (Gramedia, Pustaka Utama, 2000), Dari Parangakik ke Kamboja (2003), dan sebagainya.

Sosok kelahiran Semarang ini telah menghasilkan sejumlah karya, bahkan menyabet banyak penghargaan internasonal, seperti salah satunya yakni penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. 

Buah pemikirannya sangat mencerdaskan anak-anak bangsa. Meskipun hari ini beliau pergi menghadap Allah di Surga, namun jiwanya masih tetap hidup dalam diri pembaca, anak-anak bangsa Indonesia, bahkan dunia. 

Raganya tiada tetapi semangat, jiwa, dan buah pemikirannya tetap hidup abadi. Dia masih hidup dalam karyanya. Para pembaca, anak-anak bangsa, selalu mengenangnya tatkala membaca buah pemikirannya (puisi, novel, cerpen dan sebagainya). Singkatnya dia hidup dalam diri anak-anak bangsa. 

Selamat Jalan Ibu NH DINI
×
Berita Terbaru Update