-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PADA YANG KUSEBUT CINTA SEMATA WAYANG

Kamis, 13 Desember 2018 | 22:51 WIB Last Updated 2019-12-15T00:30:03Z
PADA YANG KUSEBUT CINTA SEMATA WAYANG


Oleh: Eva Srie Tandjung 

Rekah kelopak November terkecup embun pada
syahdunya pagi, kala itu
menjuntai benang-benang kusut di antara
jemarimu yang ligat memilin takdir
tak terkecuali perihal cinta yang kau katakan
"benarkan, .... bahwa cinta itu bedebah, vaa?!"
tunjukmu pada diriku yang masih enggan membuka mata di awal subuh

Kemelut jiwa kau lumat mentah-mentah
serupa sang belang yang rindui daging kijang nan segar sewindu lamanya
tak lagi kau hirau akan sekeping hati tempat tersimpannya rasa yang sejati
hingga cuai tak lebih diri yang timbul tenggelam di selautan kepalsuan

Sekali lagi kelopak November elok menawarkan senyum
mengulurkan setali kasih  yang terpahat di dada sunyi,
lalu lumer keakuan diri lelaki wayang, pada sekutip yakin yang
keukeuh ditanamkan oleh perempuan sabana
tercatat pada rekah dhuha, bersama kuntum doa yang perlahan merumi

Sementara dua puluh empat November menjadi awal terucapnya
"Bismillah Hirrahmann Nirrahim" akan ikrar di atas ikrar.
repuh segala ragu, tepis segala syakwasangka
maka terserahlah aura rindu mengungguni dua jiwa yang
tiada bosan meratap ridla-Nya

Gy, ... ketahuilah!
bahwa kelak akan kau temui dan pasti
kau baca lembar-lembar surat yang kusimpan di laci kehidupan,
pun diriku akan mendapati hal yang sama pada dirimu
perihal hidup juga rangkaian kisah yang tak semestinya kita sesali.
namun cukup menjadi pelajaran agar
kita sentiasa mawas diri,
merangkai syukur yang tiada putus atas segala nikmat-nikmat-Nya

Johor Bahru, Desember 2018
(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update