-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cina Larang Keras Dekorasi Natal Dijual dan Dipajang

Rabu, 19 Desember 2018 | 18:10 WIB Last Updated 2019-01-03T20:30:52Z
(Foto dari dunia.tempo.co)

Cina semakin keras melarang dekorasi Natal yang muncul di ruang publik. Toko-toko juga dilarang untuk menjual dekorasi natal. 

DIlansir   dunia.tempo.co, Cina menentang kebebasan beragama dan memberikan hukuman kepada siapa saja yang melanggar aturan ini. 

Otoritas Langfang mengatakan siapapun yang menjual pohon Natal, krans bunga, dan Santa Klaus akan dihukum.

"Toko-toko dilarang keras melakukan pertunjukan Natal atau berjualan untuk mempromosikan," kata otoritas Langfang.

Partai komunis yang merupakan ateis tidak memberlakukan libur selama Natal. Selama bertahun-tahun otoritas Cina telah bersikap keras kepada siapa saja yang merayakan acara keagamaan di ruang publik.

Menyambut Natal, seperti laporan Telegraph, pekerja di pemerintahan Cina akan melakukan inspeksi, dan semua aktivitas keagamaan di ruang publik akan dipantau dan dilaporkan ke pihak otoritas.

Sejak Xi Jinping memimpin Cina, kebebasan beragama di negara ini semakin dipersulit. September lalu, tiga gereja yang dibangun secara independen telah ditutup. Banyak anggota gereja menghilang dan beberapa di antaranya menjalani hukuman sebagai tahanan rumah.

Di sejumlah tempat di Cina, salib dan foto-foto Yesus Kristus diturunkan dan digantikan dengan bendera nasional Cina dan foto Xi. Penjualan Alkitab juga dilarang.

Sabtu pagi, lebih dari 60 polisi dan aparat sipil Cina menerobos kelas Alkitab di Guanzhou, ibukota provinsi Guangdong. Peristiwa ini terjadi setelah aparat menutup gereja Zion di Beijing yang jumlah umatnya mencapai 1,500 orang pada September lalu dan gereja Early Rain Covenant Church di Chengdu tempat beribadah 500 umat.

Meski perayaan Natal dilarang keras, ironisnya sejumlah pabrik di Cina membuat dan mengekspor pohon Natal buatan pada tahun 2017. Cina memproduksi 60 persen pohon Natal buatan dari produksi dunia. (BNC)

×
Berita Terbaru Update