-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

RUMAH, SEKUNTUM SEPI, NYANYIAN KEKASIH, MALAM PURNAMA

Minggu, 16 Desember 2018 | 16:01 WIB Last Updated 2019-12-14T23:06:04Z
RUMAH, SEKUNTUM SEPI, NYANYIAN KEKASIH, MALAM PURNAMA


MALAM PURNAMA

Dalam bayangan malam purnama
dingin tak mau kembali bercinta
bulan terus saja merenangi tiap deras kali tiba
menyusup dalam dada menjelma rahasia
hutan-hutan berbagi gelisah di atas doa
batu-batu mengerti tanda dan nada lonceng menara
semua begitu sepele terasa
semacam sayembara mantra yang sia-sia
mereguk kopi penyair tak terduga

Batu, 1982017

SEKUNTUM SEPI

Sekuntum sepi meruang melahirkan rasa
diperebutkan angin yang bersekutu hujan melawan luka
sampai puisiku berjalan di ruang kata
melawan waktu yang sia sia

Sekarputi. 19082016

NYANYIAN KEKASIH

Dalam titisan embun pagi
waktu menghidupkan musim semi
cahaya menemui gairah sunyi
misteri menggendong hari
laksana memikul hati
memuja diri sendiri
sebelum bisa mengatasi

Oh....daun-daun bercahaya
meneteskan embun kekasih jiwa
jatuh ke bumi hati bermadah nyanyian surga
lihatlah, suara sejuk bersembunyi di kisi-kisi rasa
memandang mukaku penuh cinta

Wahai bungaku
parasmu elok nan syahdu
aku terpenjara pesona citramu

Sekarputih, 2882017

SANDI PUISI

Pada notasi-notasi puisi
resah gelisah terperangkap pucuk sunyi
menyelinap di dalam hati

Sisa-sisa mimpi
mencermati diam terkunci
ketika sandi puisi menjadi doa menyala paling api
membakar duri di laci hati

Sekarputih, 1482017

RUMAH
Buat: Syamsu Soeid

Rumahku  bukan sebuah rangkuman lukamu
tapi sebagai pikiran sehat membunuh kenikmatan nafsu
sebab dia bisa membius dan meretas ranjang dagingmu
yang terbungkus kapas peristirahatan sayapmu

Saat jenazahmu dalam usungan kalbu
kutemukan perangkap wadahmu

Sekarputih, 1182017

Oleh: Eko Windarto
(Pendem. Kec. Junrejo. Kotatif Batu)

(Gambar dari google)

×
Berita Terbaru Update