-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SAJAK MAWAR POLISEMI

Rabu, 19 Desember 2018 | 22:46 WIB Last Updated 2020-02-08T17:31:07Z
SAJAK MAWAR POLISEMI
Ilustrasi: google

Oleh: Garnis Danu Kusuma

Bagaimana langit membawa kita berdua pada sebuah keadaan
yang terkadang sama,
bagamaina bila ku gandeng tanganmu lalu ku rangkul dirimu
dengan memandang senja yang indah,
rasa ini menancap pada bunga-bunga taman surga
bagaikan si gale-gale dan arca yang kokoh meski terkena lindu,

Ini bukan tetang sebuah fatamorgana atau drama receh
lihatlah aku di balik rajutan langit doa,
aku duduk di taman oasis di tengah-tengah gurun sahara,
bersandar di bawah pohon kelapa melihat para tupai dan
kalajengking bercakap-cakap ria,
aku bahagia karena hatiku merasa rindang,

Dirimu adalah semangat ganda dalam hidupku,
dirimu adalah nektar manis pada bagian keluhku,
biar aku mengelus-ngelus air mata di pipimu biar aku
membelai rambut hitam halus mu,
aku akan menjadikan keadaan menjadi seruling simfoni,
bak seorang dua manusia yang berhiaskan bulu ekor merak

Cintaku padamu tak pernah berujung, terus berputar melingkar memperbulat tekat
sedemikian hingga aku dan dirimu duduk bersama memainkan witir dan menghadap kiblat,
apa yang dijatuhkan yang diatas mungkinkah mukjizat
kita itu sederhana mengelus candu yang bukan main

Aku masih bersemayam berbaur riang bersama ribuan kunang-kunang malam
aku dan dirimu sangat lebih dari sekedar kolokasi para senior-senior sastrawan,
bersaut padu menghijaukan tanah, sedih maupun gembira tetap kita berdua memetik sabar di pohon apel eden

Dan mesti kepakan sayapmu itu sampai menembus tinggi menuju langit ke tujuh
maka akan aku gapai dan bertahan habis-habisan di tengah-tengah riak gelombang dan samudra,
ulurkan tangan mu hingga menembus waktu dan gelisah,
maka aku akan mengajakmu berdansa di indahnya cakra buana

Jombang, 19-12-2018
×
Berita Terbaru Update