-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SASTRA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA

Selasa, 11 Desember 2018 | 19:10 WIB Last Updated 2019-12-13T05:35:52Z
SASTRA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER BANGSA


Oleh: Fr. Marselus Natar

Presiden Joko Widodo belakangan ini terus menggencarkan sistem pendidikan karakter. Sebagai Presiden, Jokowi tentu memiliki kepekaan terhadap situasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin membelot dari ideologi Pancasila sebagai fondasi atau peletak dasar negara.

Pancasila sebagai alat pemersatu dalam pelbagai perbedaan atau kemajemukan hendaknya tetap dijunjung tinggi, dirawat dan dipelihara agar perbedaan dapat dilihat sebagai suatu keunikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal ini akan menjadi suatu kesulitan apabila penanaman dini terhadap pendidikan karakter diabaikan. 

Karakter menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti sifat - sifat kejiwaan,  akhlak,  atau budi pekerti.

Karakter dapat diartikan sebagai tabiat yaitu perangai atau perbuatan yang selalu dilakukan.

Jadi, bukan sesuatu yang mustahil untuk menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang selalu mengutamakan persatuan, perdamaian, keadilan, kerukunan dan toleransi apabila individu dalam masyarakat memiliki budi pekerti,  tabiat dan perangai yang positif dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat. 

Apa hubungan Sastra dalam pembentukan karakter bangsa?.  Secara etimologi Sastra berasal dari kata Sas dan tra.

Akar kata Sas berarti mendidik,  mengajar dan memberikan instruksi, sedangkan akhiran tra menunjuk pada alat.

Sastra berarti alat untuk mendidik,  mengajar serta alat untuk memberi petunjuk. Pada hakekatnya sastra adalah didaksis atau bersifat mendidik.

Dilain pihak, eksistensi sastra tidak terlepas dari realitas kehidupan manusia.  Walaupun imajinatif,  sesungguhnya sebuah karya sastra lahir dari rahim realitas kehidupan manusia itu sendiri,  mulai dari kehidupan sosial, budaya, agama politik serta alam atau lingkungan sekitar manusia itu hidup.

Karya sastra sebagai karya yang imajinatif serta tidak terlepas dari realitas, telah menjadi corong untuk mengungkapkan masalah yang terjadi dalam berbagai realitas kehidupan.  

Berbagi hal yang terjadi pada suatu waktu tertentu direspon para pengarang yang berkecimpung didunia sastra secara sadar, kritis dan reflektif.

Dalam proses penciptaannya, pengarang atau penyair akan melihat fenomena - fenomena yang terjadi di masyarakat secara kritis kemudian mereka mengungkapkannya dalam bentuk yang imajinatif.

Di dalamnya terdapat nilai -nilai pendidikan moral yang berguna untuk menanamkan pendidikan karakter.                 

Pembaca yang selalu mengapresiasi sastra,  tentu bukan hanya sekedar membaca tetapi sekaligus merefleksikan diri yang bercermin pada nilai - nilai moral  yang tersirat dalam suatu karya sastra.

Pada saat yang bersamaan dikembangkan kepekaan perasaan sehingga pembaca terdorong atau termotivasi untuk melakukan kebaikan berdasarkan nilai persuasif yang ditawarkan. 

Kejelian serta kepekaan para sastrawan dalam membaca situasi sosial kehidupan berbangsa dan bernegara patut diapresiasikan.

Perjuangan mereka tentu merupakan bentuk atau ungkapan rasa cinta, peduli dan keprihatinan mereka terhadap situasi atau keadaan bangsa yang boleh dikatakan jauh dari amanah UUD 1945 serta pancasila sebagai ideologi bangsa.

Hasil karya imajinatif mereka atau yang lebih dikenal sebagai karya sastra merupakan salah satu fondasi dasar pembentuk karakter bangsa apabila ditinjau dari aspek pengertian sastra itu sendiri.

Sebab pada hakekatnya, tidak ada satu pun hasil karya sastra yang tidak mengandung pesan moral terhadap para pembaca. 

Harapan para sastrawan adalah pembaca harus melaksanakan atau mengaplikasikan pesan yang tersirat dalam sebuah karya sastra kedalam kehidupan nyata dalam masyarakat.

Sebuah bangsa yang berkarakter tercipta apabila suatu masyarakat memiliki kebiasaan atau tabiat untuk selalu melakukan dan mengutamakan kedamaian,persatuan, kerukunan, toleransi dan keadilan dalam berrelasi di tengah masyarakat.

(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update