-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TENGGELAM

Kamis, 20 Desember 2018 | 20:35 WIB Last Updated 2020-01-21T07:50:47Z
 TENGGELAM
Ilustrasi; Okezone

Oleh: Atin Supartini

Coba acungkan tangan, siapa di antara teman-teman yang pernah tenggelam? Apa yang kalian rasakan saat berada dalam air?

Kali ini aku metulis pengalamanku saat tenggelam, bukan di sungai, apalagi di laut. Tapi aku tenggelam di empang. Hehe....

Mungkin teman mengira kalau empang itu dangkal, tapi lain dengan empang kakek ku ini, begitu dalam entah berapa meter kedalamannya. Empang ini khusus buat ikan-ikan, tanpa ada yang berwarna kuning mengambang.

Di musim penghujan, empang kakek ku selalu terisi penuh, airnya sampai ke darat.

Saat itu aku masih duduk di kelas dua SMP, pulang sekolah aku mencuci piring di pinggir empang. Melihat airnya sangat tinggi, membuatku ingin mencuci kaki di sana. 

Dengan bahagia, ku pegang sebuah batang tanaman dan kaki pun aku ayunkan satu- persatu pada air di empang. Saking asyiknya, tanpa ku sadari kakiku tergelincir karena batu yang aku pijak. Aku pun terjun ke empang; TENGGELAM.

Aku langsung berteriak minta tolong "Tttoollong....too lloo ng...," dalam hati aku sangat takut sekali, karena tak ada seorang pun yang mendengar teriakanku, mungkin karena volume suara ku kurang tinggi. 

Bahkan aku takut bagaimana jika nanti aku tidak selamat. Aku hanya bisa berdo'a, semoga Allah memberiku keselamatan.

Kepalaku tercelup-celup dalam air, membuat air masuk ke hidungku. Perasaanku semakin tak menentu, karena aku tak bisa berenang. 

Aku terus berusaha tuk naik ke atas, "Ya Allah, selamatkanlah aku..." pintaku dalam do'a. Lalu, aku terus mencari jalan untuk sampai ke daratan. 

Tiba-tiba kaki ku mendapati sebuah batu, sebagai tanda pinggir empang. Dalam air empang yang tinggi aku berusaha sekuat tenaga merayap tuk sampai di daratan. Dengan mulut yang ku katupkan dan hati senantiasa berdo'a kepada-Nya.

Betapa bersyukurnya aku masih bisa selamat, masih bisa bernafas. "Allahmdulilah, Ya Allah, engkau masih memberiku kesempatan hidup." hatiku sangat bersyukur.

Kemudian, aku langsung menuju rumah dengan keadaan basah kuyup. Nenek dan paman yang sedang nonton TV kaget dan keheranan melihatku.

"Kamu kenapa basah kuyup seperti itu?" tanya nenek penuh keingintahuan. "Tadi aku tenggelam di empang, Nek." terangku dengan badan yang kedinginan. 

"Ngapain atuh, kenapa bisa tenggelam?" tanya paman ikut penasaran.

Aku langsung menceritakan semuanya pada mereka. "Syukurlah, kamu masih selamat." tutur sang nenek. Lalu, aku menuju WC, mandi dan mengganti baju.

Sungguh pengalaman yang tak terlupakan, kan ku selipkan pada memori kehidupan. Dari kejadian itu aku berpesan, "berhati-hatilah di saat berjalan di pinggir empang!"

Musibah memang tak ada satu orang pun yang tahu kapan datangnya, di mana tempatnya. Oleh karena itu, waspadalah dalam setiap waktu di manapun kita berada. Dan bersiap-sedialah dalam doa.

-Garut, 20 Desember 2018
×
Berita Terbaru Update