-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

TERLALU FOKUS HINGGA CINTA ITU MEMUDAR

Kamis, 13 Desember 2018 | 22:39 WIB Last Updated 2019-12-15T00:35:10Z
TERLALU FOKUS HINGGA CINTA ITU MEMUDAR


"Aku mencintaimu dan ingin terus bersamamu," ucap Serfi di balik telepon dengan nada halus. Jika memang seperti itu,aku akan berikrar mulai detik ini akan setia berada disampingmu," ujar  Acik,dan mengakhiri percakapan pagi itu.

Acik seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama dikota Makassar, tidak hanya aktif di bidang akademik, tetapi juga progres pada dunia pergerakan atau aktivis.

Semua dosen pasti mengenalinya, bukan saja rajin masuk kampus, melainkan intelektualitas yang cukup memadai sehingga wajah dan namanya tidak asing lagi bagi semua dosen.

"Acik,,,bagaimana skripsimu, tanya salah satu dosen", ketika berpapasan sama Acik di tangga kampus. "Masih proses bu," jawab Acik dengan nada sopan! "Semangat ya,"ujar dosen itu sambil menurun tangga.

Akhir-akhir ini, Acik begitu sibuk; dengan perkuliahannya itu, mana waktu ke perpustakaan untuk mencari refrensi yang dijadikan pegangan judul skripsinya.

Tak jarang begadang dari malam hingga pagi, hanya demi skripsi. Kadang hanya menjajakan rokok dan secangkir kopi, sebagai amunisi dalam sehari. Kesempatan untuk mengisi perut saja harus diabaikan.

Yang terngiang dalam otaknya hanya skripsi dan bagaimana secepatnya cara bisa mengikuti ujian skripsi.

"Ternyata betul ya apa yang dibilang para senior; semester akhir itu, semester di mana menguji kesabaran seseorang," ungkap Acik membatin!

Komunikasi bersama kekasihnya lewat via telepon sudah jarang dilakukan lagi. Kadang hanya di read saja, apabila Serfi mencat dirinya.

Apalagi telepon; tidak di hiraukan sama sekali. Menurut saya,setidaknya Acik, menghargai perasaan perempuan dengan mengangkat telepon kekasihnya itu!

Perempuan sangat sensitif apabila perasaannya diabaikan atau bahkan dianggap tidak penting.

Hingga pada suatu malam " treng....treng....bunyi nada telepon gadget Acik. "Dengan sedikit kantuk;"hallo,,,maaf baru bisa angkat telepon kamu sekarang soalnya dari kemarin-kemarin aku sibuk bangat," ungkap Acik. "Tidak apa-apa, setidaknya kamu sekali-kali membalasnya," ujar Serfi, dengan nada santai.

"Jadi kamu tidak marah sayang," tanya Acik lagi. "Gak apa-apa kok," jawab Serfi sekenanya. "Oh iya, aku sebentar lagikan mau masuk semester 7 kayaknya banyak sekali tugas perkuliahan, jadi mulai sekarang kita urus masing-masing dulu ya," ungkap Serfi tegas. "Loh,,,kenapa bisa gitu?" ucap Acik dengan nada meninggih!

"Terserah kamu saja. Fokus masa depan masing-masing dulu. Kamu Fokus skripsimu di situ, dan aku akan fokus kuliahku di sini.

Dan jika kita jodoh, dan kamu sudah diperhitungkan Tuhan sebagai salah satu tulang rusukku yang hilang, pasti kita akan bertemu lagi," Ungkap Serfi.

"Aku sayang dan rindu banget sama kamu" ujar Acik meyakinkan. "Jangan bilang sayang dan rindu, sebab itu berat, cukup aku saja!" ucap Serfi, dan mengakhiri percakapan mereka malam itu.

"Halo...halo....tidak terdengar suaranya lagi, Serfi sudah matikan televonnya. 
"Ahh...cinta ji lagi, mungkin ini adalah cobaan buat aku, untuk tetap fokus kepada masa depan." ungkap Acik membatin. Hingga sampai saat ini riah-riuh kabar di antara mereka sudah tidak terdengar lagi.

Puji Tuhan,si Acik ini telah melewati ujian Skripsinya minggu lalu, dan akan diwisudakan menjadi seorang sarjana muda pada Desember mendatang.

Oleh: Chris Jata
(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update