-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

FAKTA MENARIK PERNYATAAN PRABOWO-SANDI DALAM DEBAT PERDANA

Jumat, 18 Januari 2019 | 12:21 WIB Last Updated 2019-01-18T05:23:58Z
/Gambar diambil dari tribunnews.com/
Debat perdana capres dan cawapres nomor urut satu Joko Widodo-Maruf Amin vs pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memicu perhatian publik. 

Ada beberapa fakta kontroversial terjadi dalam perdebatan itu yakni:

1. Pernyataan Prabowo yang menyebutkan luas wilayah Jawa Tengah lebih besar daripada Malaysia. 

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), luas wilayah Jawa Tengah pada tahun 2017 yakni 32.544, 12 km persegi. Sedangkan luas wilayah Malaysia (Malaysia Timur dan Barat) yang dilansir dari Britanica yakni 330.323 km persegi. Jadi, pernyataan Prabowo tidak didasarkan pada data yang valid. 

2. Capres-Cawapres no 2 menganggap gaji birokrat tidak realistis. 

Calon no. 2 membantah pernyataan Prabowo tersebut karena menurut Jokowi, gaji ASN sudah cukup.
"Saya tidak setuju. Kita tahu gaji ASN kita sekarang sudah cukup dengan tambahan tunjangan kinerja yang sudah besar," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan yang terpenting dalam membenahi birokrasi yakni perampingan dan perbaikan rekrutmen yakni menerima calon terbaik. 
Lanjut Jokowi, pengawasan internal yang kuat dengan didukung pengawasan eksternal oleh masyarakat, media, hingga komisi ASN. 

3. Prabowo Subianto membahas soal kepala desa yang ditangkap karena mendukung dirinya dan Sandiaga Uno.

"Ada kepala desa yang mendukung kami sekarang ditangkap," ujar Prabowo.
Soal kepala desa yang disebut Prabowo tersebut memang benar terjadi pada Suhartono, kepala Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Namun, seperti dilansir tribunnews.com, Suhartono ditangkap karena telah menghabiskan uang sebanyak Rp 20 juta sebagai uang lelah untuk massa yang hadir.

Suhartono akhirnya divonis dua bulan penjara dan denda Rp 6 juta subsider satu bulan pada 19 Desember 2018. Vonis tersebut dijatuhkan Hakim Ketua Hendra Hutabarat di Kejaksaan Negeri Mojokerto.

Debat perdana capres dan cawapres ini bertema hukum, korupsi, hak asasi manusia dan terorisme dengan panelis Guru Besar Hukum UI Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Ahli Tata Negara Bivitri Susanti dan Ahli Tata Negara Margarito Kamis. (BNC)

×
Berita Terbaru Update