-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BEGINI KATA-KATA PAUS FRANSISKUS BAGI UMAT KATOLIK

Minggu, 06 Januari 2019 | 12:47 WIB Last Updated 2019-12-04T11:48:49Z


Pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus mengajak seluruh umat Katolik untuk menyadari pentingnya cara berdoa yang baik dan benar. 

Paus lebih menekankan pentingnya sikap dan makna doa serta berbuah pada kehidupan setiap hari. 

Bapa suci mengungkapkan doa mesti dimulai dari ketulusan hati. Gunakan hati saat berdoa.

“Beberapa orang berfikir tentang itu harus menggunakan banyak kata. Saya juga berbicara tentang orang katolik yang suka berbicara tentang Tuhan seperti burung beo. Tidak! Doa dilakukan dari hati ”.

Saat berdoa, hal yang sangat diperlukan yakni komunikasi yang murni dan tulus antar kita dengan Allah. Bangun komunikasi dengan Allah. Tuhan tidak membutuhkan sesuatu yang tidak penting dari kita. Tuhan hanya membutuhkan relasi personal dan komunikasi intens dengan-Nya. 

“Tuhan tidak membutuhkan apa-apa. Tuhan kita dalam doa, hanya meminta agar kita tetap berkomunikasi dengan-Nya untuk selalu menemukan diri kita yang merupakan anak-anak kesayangannya, dan agar dia selalu menerima kita ”.

Paus juga meminta kita agar tidak munafik saat berdoa. Berdoa bukan untuk dilihat dan dipuji orang. 

“Hanya orang munafik yang ingin dia dilihat dan dikagumi. Orang-orang sering pergi ke Gereja, tetapi kemudian berbalik dan berbicara perihal kebencian, menjelek-jelekkan atau menghina orang lain. Itu adalah tindakan yang memalukan! Lebih baik tidak pergi ke gereja: hiduplah seperti itu, sebagai makan. Umat Katolik, harus mendukung untuk memberikan kesaksian, bukan sebagai saksi tandingan untuk mendapatkan daftar pujian yang panjang”.

Selain itu, Paus Fransiskus menekankan hatinurai  untuk menjalin relasi dan komunikasi personal dengan Allah. 

“Doa orang Kristen, di sisi lain, tidak memiliki kesaksian yang dapat dipercaya selain nuraninya sendiri. Dialog mana dengan Bapa terjalin dengan intens. Seperti ditulis: 'ketika kita berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya menerimamu' ”.

Umat Kristiani juga menyadari diri sebagai orang berdosa di hadapan Allah. Namun, mereka juga mengakui diri sebagai anak-anak Allah berkat wahyu "Bapa Kami". 

“Seorang Katolik lebih menyukai seseorang yang lebih penting dari orang lain. Orang Katolik tahu mereka juga orang berdosa, tetapi dengan wahyu 'Bapa Kami,' mereka juga tahu diri mereka adalah anak-anak Allah ”.

Orang Katolik memercik sinak kebaikan Allah bagi sesama. "Orang-orang Kristiani menyambut mereka kembali dengan kekuatan-Nya untuk meningkatkan sinar kebaikan-Nya bagi dunia ini, yang begitu haus akan menguntungkan." (Sarfin)

/Ilustrasi dari http://ambrosardin.com/
×
Berita Terbaru Update