-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

CINTA YANG DANGKAL

Selasa, 08 Januari 2019 | 15:04 WIB Last Updated 2019-12-05T07:41:11Z
CINTA YANG DANGKAL
/Ilustrasi dari liputan6.com

Semua berlalu begitu cepat. Kini engkau dan aku tidak saling kenal. Egohmu begitu kuat,hingga tega engkau asingkan aku dari hidupmu. Mungkin bagimu, aku hanyalah wanita lemah, yang tidak bisa hidup tampa dirimu.

"Kenangan indah yang pernah kita lalui, masih terngiang dalam ingatan", alasan itulah, yang seakan membuat diriku gagal move on."

Seandainya saja waktu bisa diulang kembali, aku ingin berkelana dan mengarungi semesta ini sekali lagi bersamamu. Dunia terlalu kejam, mungkin ini yang bisa saya rangkum dari kisah kita.

Semenjak dunia memberikan sekat di antara kita, rindu pun tidak terdengar di telinga kontak.

Apalah daya, ketika hari dan waktu sudah mengenalkan kita pada lingkungan dan situasi yang baru. Sehingga kita memilih untuk lupa, lalu tidak saling kenal.

Engkau yang waktu itu memilih kuliah di Jogja. Sedangkan aku, atas permintaan orang tua untuk kuliah di Makasar. Jaraklah yang menguji diri kita. Dengan membekalkan cinta, agar supaya kita bisa saling setia menjaganya.

"Perjalanan cinta yang dilakoni cukup dibilang romantis. Meski hanya lewat LDR."

Ternyata keadaan tidak berpihak kepada kami. Seiring berjalannya waktu dengan hitungan hari, cinta yang di jaga selama ini mulai rapuh dan patah.

 Andre yang dulu aku kenal, kini begitu cuek. Seakan membuat diriku semakin merindu.

Semakin aku mencari tahu, Andre semakin memberi alasan yang membuat isi kepala semakin berat. "Mungkin hasil tak seindah perjuangan. Kadang aku berpikir seperti itu."

Perjuangan untuk terus setia dengannya. Dan tetap mengibarkan bendera LDR kini tergerus oleh arus dramatis cinta yang dangkal.

Taman bunga yang begitu megah, seakan dipangkas dengan paksa dan sadis hingga ke akar-akarnya. Setelah aku tahu sendiri, ternyata ia diam-diam menduakan aku dengan nona Sumba.

Aku yang waktu itu masih menempuh kuliah di universitas Atmajaya Makasar. Menjadi terpuruk dengan kekalutan hati akibat cinta yang dikhianati.

Wajah yang sebelumnya elok dan manis, semenjak masalah cinta itu melanda, wajahku seolah disulap menjadi lesu dan pasih. Keputusan aku waktu itu ingin berhenti kuliah.

Apalagi aku baru memasuki semester tiga. Tidak ada ruginya jika aku memilih berhenti atau droup out.

Tuhan masih memberiku kekuatan untuk berpikir dengan langkah tegas yang aku ambil. "Hingga aku menemukan sebuah kebijaksanaan, bahwasannya kuliah adalah cita-citaku dan harapan dari orang tua."

Aku mencoba bangkit dan menepis kekalutan hati yang terjadi." Ditambah nasihat dari orang tua dan dukungan dari teman-teman kampus sepantaran aku.

Akhirnya aku mulai bisa menikmati kesedihan itu. Aku pun menarik sebuah konklusi, bahwa segala masalah yang kita hadapi jangan dicampuri dengan pekerjaan atau profesi kita. Seperti yang sedang terjadi; masalah cinta tidak boleh dicampuri dengan perkuliahan.

Biarlah semua tetap ada dalam porsinya masing-masing. Karena hasil dari kegigihan dan kesetiaanku memeluk pada perkuliahan. Semua nilai dan urusan kampus aman terkendali.

Tepat diawal April tahun dua ribu lima belas lalu, kau dan aku memilih untuk  mengakhiri  hubungan itu.

Kau dan aku bukan lagi berada dalam satu barisan ruang dan waktu. Melainkan memilih jalan dan tempat masing-masing. Cinta tak selamanya  harus memiliki "Love does not always have".

Yang membuat aku sedikit bingung, meskipun kau dan aku, tidak memberi signal untuk saling tegur dan sapa. Mereka yang lain, selalu menganggap aku adalah bagian dari keluarga besarmu.

Entahlah, kau dan aku memilih untuk tidak saling kenal selamanya. Hingga di antara kita, siapa yang terdahulu memilih ke altar pelaminan.

Hingga pada saat itu pula, akan kubuang segala tentang kita dan menguburkannya di atas kanvas langit kenang.

Oh iya, aku hampir lupa. Sekarang aku sudah menjadi seorang Sarjana. Aku sudah memiliki gelar Sarjana Akuntansi. Harapan dari aku,semoga kamu langgeng sama nona sumba,dan cepat nyusul aku dalam perjuangan merebut toga.

Oleh: Cris Jata
×
Berita Terbaru Update