-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PEMBURU SENYUM, BERDIRI DI BAWAH SIANG, RAUTMU MENGUTUK

Sabtu, 05 Januari 2019 | 20:58 WIB Last Updated 2019-12-12T21:16:03Z


PEMBURU SENYUM 

Sebab pantulan sinar kelopakmu, 
Terserap dalam kedalaman semua kalbu
Debu-debu fatamorgana dari mata itu, 
Menghamili dusta pada rahim-rahim penglihat tubuh matamu. 
Dan tebaran senyuman suci, 
Mengerok-ngerok istana jantung hati. 
Senyuman itu jangan kau biarkan mati. 
Sebab beratnya sesak ada di hati ini.

BERDIRI DI BAWAH SIANG

Dengan lapang hati beria egoisme
Senang sekali berteduh di atas taman maya
Meng-tuan-kan dia.
Tiada lagi pagi mekar tuk dikagumi siang,
Senja hanya berharap dengan keluh tak lelah,
Pada rerumputan yang kaku tertawa.
Anak manusia layu belia, saat embun hendak menjemput.
Di pagi itu sudah telanjang di maya
Poles diri dengan pakaian munafik
Reklame obral murah kian mengitari jagat 
Pada bibir para ahli hikayat,
terucap produk gagal di era layar kaca.

MELANKOLIS RUANG 

Diari kita bernostalgia melulu, 
Telah dirahasiakan di dalam selimutan tersandi, 
Topik kita belum bersua di bandara asmara, 
Pula rasa kita masih menjerit ngeri 
di jantung terminal melankolis ruang.
Hanya mau berjuang rasa,
Tuk diawetkan dengan formalin abadi. 

BOROK BERONTA LAGI 

Izinkan aku berlari dari rana ini. 
Borok ini beratnya terlampau sadis. 
Bahkan dedaunan rela bercucuran,
Tangisi durjanamu yang enggan berkesudahan

RAUTMU MENGUTUK  

Seribu tahun kertas kumal ini berhikayat, 
Jejak itu masih terbilang misteri, 
Pun dedaunan belia rela berguguran pagi-pagi, 
Rautmu tak tertangkap mata kamera,
Jujurku pada barisan nyiur di pantai selatan, 
Sum-sumku mengalir arus darahmu, 
Aku dikutuk tuk memujamu setiap waktu.

*Melki Deni merupakan nama pena dari Melkisedek Deni, Mahasiswa Sekolah Tinggi Flsafat (STF) Ledalero Maumere. Dani adalah seorang penikmat sastra sekaligus penulis atau penyair.  berasal dari Reo-Manggarai. Beliau berasal dari Manggarai Timur, Flores, NTT.
×
Berita Terbaru Update