-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

PUISI-PUISI TERBAIK KARYA CRIS JATA

Jumat, 18 Januari 2019 | 19:32 WIB Last Updated 2019-12-12T20:37:55Z
PUISI-PUISI TERBAIK KARYA CRIS JATA


LIMA TAHUN

Kau teriak bawa perubahan
Kau berikrar exploitasi akan hilang
Kau bilang esok kan lebih baik, dari hari ini
Kau berjuang proletar akan merdeka
Kalau kau yang memimpin

Ah...
Seribu janji kau umbar
Tapi tak satu pun kau tepati
Capek melihat gaya sok rakyat mu
Lelah mendengar slogan mu

Kini...
Rakyat semakin jelih dalam memilih
Mana maya dan mana nyata
Mana tulus dan mana modus!
Berhentilah berjanji dengan dali
Menipu rakyat!

SUARA DARI DESA

(D)engarlah dengan hati
(E)ngkau diatas singgasana
(M)ohon berjuang demi jelata
(O)rang-orang; dada lusuh mengeluh
(K)iranya engkau memberi solusi
(R)aganya mengalir peluh perjuangan
(a)nak istri menangis kelaparan
(S)emakin hari ekonomi kian memburuk
(I)ndonesia, apa kabar?

JANJI MANIS

Kini para pemimpin berebutan
Mobilisasi masa tak kunjung bosan
Hanya demi menduduki kursi jabatan
Meskipun tubuh terseok

Namun...
Tak pernah surut jiwa juang mu
Dari pelosok sampai kota
Sibuk memamerkan jagoannya

Tapi...
Semua hanyalah mimpi belaka
Kau susuri jalanan terpencil
Berikrar bebaskan dari belenggu kemiskinan
Semua hanya bumbu ke kata

Kini...
Rakyat secerdik ular
Tak makan rayuan maut
Yang mendayu syahdu
Di atas semesta ini
Berhentilah menipu rakyat,
Jangan gantungkan harapan
Di awan imaji!

PESTA DEMOKRASI

Rakyat diajak partisipasi
Memilih pemimpin yang berinovasi
Kini berseleweran mimpi-mimpi
Para politisi berorasi
Mengunyah visi misi

Seperti...
Tak tampak basa-basi
Pun ambisi
Seakan rakyat percaya akan terealisasi
Pada sorot mata yang tersaji

Namun,
Rakyat berharap semua pasti
Semoga tak sekedar janji
Antara realita atau ilusi
Semua masih terbungkus misteri

Semoga...
Mata dan hatimu tidak terkatup
Pada kursi empuk yang engkau miliki
Sebab engkau dipilih, bukan dilotre
Rakyat masih menanti
demokrasi yang hakiki

DIBALIK LAYAR 

Sore semakin muram
Segerombolan kabut bertengger di atap halimun.
Burung-burung camar belum sempat,
Mematuk senja yang ranum.

Tapi...
Adam dan hawa saling menuduh
Takdir patah karena amarah
Kepada mu empunya takhta kuasa
Orang-orang; dada lusuh mengeluh

Mengingat...
Raganya mengalir peluh percuma
Kesetiaan hanyalah bumbu kata-kata
Menarik simpati untuk memilih

Kini...
Elit dan jelata saling menghakimi
Melihat demokrasi yang compang-camping,
Harga sembako melejit naik
Angka kopra mencekik tak bernyawa
Semua impian menggelantung di atas semesta!

(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update