-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

SAJAK-SAJAK PEMILU KARYA YS SUNARYO

Kamis, 24 Januari 2019 | 22:21 WIB Last Updated 2019-12-12T12:38:09Z
SAJAK-SAJAK PEMILU KARYA YS SUNARYO


ANGIN KENCANG PEMILU

Semusim angin kencang
merobek-robek layang-layang
menyangkut menjadi spanduk
larut dalam baliho
warna-warni tulisan poster
potret ombang-ambing
di ladang pendulang suara
gambarkan ketakutan
wajah-wajah tengadah
berbedak resah

Angin belum berlalu
menunggu di pintu pemilu
seperti ingin mencatatkan
jiwa dan badan tumbang
atau hendak menyaksikan
kemenangan atas angin
dengan compang-camping
pakaian dan keadaan

Kecuali semilir angin
berdamai dengan daun-daun
memberi sepoi-sepoi dingin
pada panas pertengkaran
di sepanjang amuk jalan

SEBAB KAU

Memang kita bersatu
dalam kesementaraan
oleh angka-angka kesamaan

Memang kita cerai-berai
dalam ketidakabadian
oleh nomor-nomor beda pilihan

Sebab kau
telah minumkan pil-pil
semata kemenangan
telah berikan ramuan-ramuan
cuma ketidakalahan

Sebab kau
tak mau berlomba-lomba
dalam kebaikan
kecuali genderang pertandingan
tempuh jauh kecurangan

Sebab kau
bukan suguhkan
jamuan kesejahteraan
kecuali berserakan
piring kemiskinan
pada jiwa dan badan

Sebab kau
nyata tuli, buta, sakit pikiran
dan mati politik hati

JIKA AKU PRESIDEN

Jika aku presiden
kukandangkan binatang-binatang
jalang agar tak menerkam
rakyat yang sedang lapar

Kemudian kutertibkan angin-angin
agar tak ombang-ambing
runtuhkan ranting-ranting
rakyat yang semakin kering

Lalu kupuja hujan
hingga banjir tak menghilangkan
kehidupan tinggal segenggam tangan
rakyat yang semakin disisihkan

Dan tak bosan-bosan
menyeru kepada kemarau
jangan panaskan lahan
rakyat selalu dipertengkarkan

DI ATAP GEDUNG RAKYAT

Lalu lalang ragam hasrat
di atap gedung rakyat
para perwakilan berebutan
terdepan tunaikan keinginan
pujian bahkan cacian
acapkali hidangan sehari-hari
kadang basi tak kecuali
hadir dalam mimpi
pagi bangun tak terealisasi

Tetapi jibaku tak mau henti
lakoni peran agar terpilih lagi
sebab banyak yang belum didapatkan
meraih bintang dan rembulan
walau televisi terus memberitakan
ada kelakuan menenteng korupsi
tikami konstitusi yang dibuatnya sendiri
demi manjakan terlanjur lupa diri
bahkan hati, mata dan telinga digergaji
oleh tinggi berahi kembali duduki kursi
lalu berbagi-bagi sesuap nasi
selebihnya bungkusan janji

Semestinya menjadi gedung terhormat
suara Tuhan gema tak pernah tamat
perwakilan selayakanya serupa malaikat
agar amanat rakyat tak dipalingkan
tak seperti kebiasaan para syetan
melawan dan menyesatkan
kecelakaan dikeruk untuknya
dan kemiskinan lahir batin menganga
bagi orang-orang yang diseretnya

Lagi-lagi tercecer penyesalan
kemuliaan masih remang khayalan
di lorong-lorong perkeliruan
dijualbelikan bangkai-bangkai
adu tawar bau tanpa tirai
melambai-lambai kehinaan

Sedang yang teguh pada kebenaran
terbenam di keruh anyir keadaan
hingga penting lantang diperjuangkan
agar gedung dewan bukan jibun hantu
seram walau mulut begitu rayu
kemayu namun kerumunan batu

Gedung dewan rumah para pejuang
kini telah banyak ditinggal pulang
adakah nanti kembali datang
atau sekedar pergantian rayap
senyap mengendap-mengendap

(Januari, 2019)
(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update