-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Setelah Kepergianmu, Hujan, Bertahan, Kenangan, Kita Berbeda

Senin, 21 Januari 2019 | 21:59 WIB Last Updated 2019-12-12T20:33:36Z
Setelah Kepergianmu, Hujan, Bertahan, Kenangan, Kita Berbeda


SETELAH KEPERGIANMU

Setelah kepergian mu
Aku jatuh cinta pada puisi
Ia mengajarkan banyak hal
Dan kopi adalah kawan curhat paling karib

Aku selalu yakin
Di balik puisi ada tunas yang bersemi
Memberi isyarat tanpa ada bayang-bayang
Kini lebih sering aku merindukannya
Dari pada kesepian tanpa kekasih

Pada puisi aku menanam asa
Semoga lekas tiba di titik jumpa
Membasahi ladang hati
Yang kian kerontang

KITA BERBEDA

Kau anak konglo merat
Sedang aku anak melarat
Kau hidup bermewahan
Aku hidup tertawan

Rumahmu berdinding beton
Dan beralas tehel
Rumahku berdinding balok
Dan beralaskan kerikil

Bagimu hujan adalah musibah
Bagiku hujan adalah anugerah
Hujanmu bisa menjadi banjir air mata
Hujanku bisa mengairi sawah

Kita tinggal di negri yang sama
Namun kenapa kita begitu berbeda
Siapa yang salah, dan siapa yang benar
Kau atau aku

HUJAN

Di sore itu
Seiring senja meranum jingga
Hujan pun pelan-pelan jatuh
Membasahi tanah tandus
Dan sabana yang kerontang

Dibalik hujan yang rintik
Menjelma butiran rindu
Dan setiap rintik yang jatuh
Menggenangi isi kepala

Hati tak pernah menyangkal
Mengisahkan kegelisahan hati
Tentang rindu semakin mengguncang

Seperti hujan sore ini
Tak pernah menyangkal
Tentang langit yang gunda
Jujur menumpahkan rerinainya

KENANGAN 

Masihkah kau menenun aksara romantis
Masihkah kau membingkai syair syahdu
Masihkah kau mengingat aku?

Tentang tawa ria yang dulu merekah
Melukis indah penuh keabadian
Kini...
Beterbangan menuju arah langit
Tinggalkan puing-puing masa lalu

Pada akhirnya kulautkan saja
Pada debur ombak
Seiring senja yang kian lindap
Hembus sang bayu

Berharap semesta membacanya
Lalu mengirimkan tangis
Dari balik kelopak langit
Pada dia yang kutuju

BERTAHAN

Hingga pada baris yang kesekian
Sajak yang ku tulis tak jua rampung
Jemari bergetar
Pena terbata-bata

Pada akhirnya kulautkan saja
Pada debur ombak
Hingga ku temukan keteduhan semesta
Pada kedalaman tatapmu
Penuh keagungan

Hati mula-mula hampa
Terisi dengan keyakinan
Tetaplah teduh
Kendati di bibir badai

Oleh Cris Jata

(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update