-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

GEREJA DAN DUNIA; BELAJAR DARI BUNDA THERESA DAN PAUS FRANSISKUS

Minggu, 24 Februari 2019 | 01:09 WIB Last Updated 2019-02-26T08:28:20Z
/Ilustrasi dari docs.google.com/
Oleh: Charlenedita Riyanne 

       Gereja dan Dunia memiliki hubungan yang memesona. Apa yang menjadi masalah dunia juga menjadi masalah Gereja. Gereja juga merupakan bagian dari dunia itu sendiri karena Gereja sendiri merupakan kumpulan orang-orang di dunia yang membentuk kesatuan dan kebersamaan yang percaya kepada Yesus Kristus. Gereja tanpa dunia atau dunia tanpa Gereja tentu akan sulit berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Gereja memiliki peran yang cukup besar bagi dunia untuk membantu dunia mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya seperti peperangan, bencana kelaparan, kemiskinan, ketertindasan, wabah penyakit, dan lain-lain.

       Masalah-masalah di atas merupakan masalah Gereja, sehingga Gereja terpanggil untuk menjaga dan menciptakan perdamaian, kesejahteraan, dan ketentraman dunia. Gereja memiliki peran untuk menjaga keutuhan bumi yang merupakan ciptaan Tuhan dengan cara melestarikannya dan menghimbau semua orang untuk menjaga lingkungan alam di bumi ini. Gereja mengajarkan umat manusia untuk menerapkan hukum cinta kasih kepada dunia yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

       Berdasarkan panggilan-panggilan tersebut Gereja memiliki tugas untuk mewartakan kabar gembira dan memberikan  kesaksian kepada dunia agar dunia terselamatkan sama seperti yang dilakukan Yesus ketika Ia berada di dunia. Dengan arti bahwa , Gereja ada untuk melanjutkan karya Kristus sebagai nabi, imam dan raja. Pewartaan itu dapat diwujudkan dengan menjadi pelayan Kerajaan Allah di tengah dunia ini ,misalnya dengan menyatakan solidaritas kepada seluruh umat manusia dan memerhatikan orang-orang di dunia terutama pada mereka yang lemah, tertindas, miskin, terlantar, menderita, dan sakit.

       Rumitnya masalah tersebut, Gereja pun bekerjasama dengan dunia untuk menjaga juga menciptakan suasana dunia yang damai, tentram, dan sejahtera. Gereja juga berjuang untuk membangun dialog dengan dunia yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, budaya, dan ras ini agar saling mengerti satu sama lain. Dalam kenyataannya, Gereja terlibat aktif dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi dunia. Di luar sana banyak persoalan-persoalan dunia yang diselesaikan dengan bantuan Gereja. Persoalan-persoalan nyatanya berupa kemiskinan, bencana alam, bencana kelaparan, peperangan, ketidakadilan, perpecahan dan lain-lain.

       Contoh nyatanya adalah kemiskinan yang terjadi di Kalkuta,India. Di mana saat itu banyak orang yang mengalami kemiskinan dan keterlantaran. Saat itu juga kedatangan Bunda Teresa yang merupakan seorang biarawati yang mendedikasikan hidupnya untuk membantu, memerhatikan, dan melayani orang -orang yang sakit, miskin, yatim piatu dan sekarat sambil ia membimbing ekspansi Konggregasi Misionaris Cinta Kasih dari India ke seluruh dunia. Hal tersebut sudah dilakukannya selama 45 tahun.

       Peran Bunda Theresa sangat besar dan juga kasihnya kepada orang-orang itu. Ia menerapkan apa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada kita semua yaitu hukum cinta kasih dan menerima “panggilan” yang diberikan kepadanya. Bunda Teresa mewariskan teladan iman Kristiani yang kokoh, harapan yang tak kunjung padam, dan cinta kasih yang luar biasa.  Jawabannya atas panggilan Yesus, “Mari, jadilah cahaya bagi-Ku,” menjadikannya sebagai seorang Misionaris Cinta Kasih, seorang  “ibu bagi kaum miskin”,  dan sebagai simbol cinta kasih kristiani di dunia ini. Hal yang dilakukannya tersebut menginspirasi banyak orang hingga terkenal ke seluruh dunia. Dari hal ini kita dapat melihat betapa besarnya peran Gereja untuk dunia lewat bunda Teresa ini.

       Selain itu, mengenai Paus fransiskus. Paus Fransiskus telah mencoba membangun dialog dengan Islam, salah satu dari landasan terpenting dalam kepausannya. Sejak menjadi paus pada tahun 2013, ia telah mengunjungi beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Muslim. Pada hari Minggu (3/2) Fransiskus menjadi Paus pertama yang mengunjungi Semenanjung Arab, sewaktu ia melawat ke Uni Emirat Arab.

       Paus Fransiskus diundang oleh Pangeran Abu Dhabi,Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan untuk mengambil bagian dalam sebuah konferesi lintas agama. Paus akan tinggal kurang dari 48 jam di Uni Emirat Arab dan hanya menyampaikan dua kali pidato selama lawatannya itu. Paus Fransiskus mengeluarkan sebuah pesan di video pekan ini menjelang kunjungannya. Ia memuji Uni Emirat Arab dan menyebutnya sebagai "sebuah negara yang berupaya menjadi model untuk hidup berdampingan, persaudaraan umat manusia, dan tempat pertemuan beragam peradaban dan budaya, di mana banyak orang menemukan tempat yang aman untuk bekerja dan hidup bebas dengan menghormati keanekaragaman".

       Paus akan melibatkan dirinya dalam sebuah dialog antar agama. Pertama, ia akan mengunjungi sebuah masjid yang terbesar di dunia, di mana Paus akan bertemu secara pribadi dengan Council of Elders atau Dewan Tetua sebuah organisasi yang berkantor di Abu Dhabi, yang bertujuan mempromosikan perdamaian dan tenggang rasa di antara masyarakat (komunitas) Islam. Council of Elders menyelenggarakan Pertemuan dan Konferensi Persaudaraan Manusia di mana Paus akan menyampaikan pidatonya. Paus mengatakan, ia senang dengan pertemuan yang ditawarkan oleh Tuhan untuk menulis halaman baru dalam sejarah hubungan antar agama dan menegaskan bahwa semua adalah saudara, terlepas dari perbedaan agama kita.
       Paus Fransiskus juga mengatakan, "Iman (keyakinan) kepada Tuhan menyatukan dan tidak memecah belah, itu yang membuat kita semakin dekat meskipun ada perbedaan, iman menjauhkan kita dari permusuhan dan kebencian." Sejak dipilih sebagai Paus, ia telah mengunjungi enam negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Paus mengutuk penggunaan kekerasan atas nama Tuhan dan mendesak diadakannya dialog antar agama. Perang di Yaman, di mana Uni Emirat Arab terlibat sebagai bagian dari koalisi yang dipimpin Saudi, berpotensi merugikan lawatannya.

       Dari tindakan yang dilakukan oleh Paus fransiskus ini kita dapat menyadari bahwa begitu besar peran Gereja yang membantu dunia menyelesaikan masalahnya terutama masalah perang. Paus fransiskus bahkan berdiaolog melalui kunjungan ke enam negara yang mayoritas penduduknya muslim , hal itu tentu mengeratkan hubungan antar Gereja dan dunia ini yang memiliki beragam agama dan menciptakan juga mempertahankan kedamaian yang ada antar perbedaan ini. Oleh karena itu, kita dapat belajar dari paus fransiskus dan bunda Teresa sebagai bagian dari Gereja untuk berdamai dan mewartakan kabar gembira melalui perbuatan kasih, kata-kata dan keseluruhan hidup kita.

Penulis adalah Siswi SMA Tarsisius Vireta, Kelas XI MIA 3

×
Berita Terbaru Update