-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

GEREJA DI TENGAH DUNIA

Jumat, 22 Februari 2019 | 23:18 WIB Last Updated 2020-02-08T17:21:23Z
GEREJA DI TENGAH DUNIA
Gambar: google

Oleh: Anjela Alvanni

Kehadiran Gereja di tengah dunia menjadi pemandangan unik dan memesona. Gereja memerlihatkan sakramen keselamatan di tengah dunia. 

Kehadiran Gereja juga bermaksud untuk membuka diri terkait kebenaran di luar dirinya. 

Pada masa dahulu dunia sering sekali dianggap sebagai hal negatif. Dunia dianggap tidak dapat memberikan dampak yang baik untuk kehidupan orang orang beriman. 

Sifat-sifat Gereja juga masih berkembang statis. Misalnya salah satu kutipan Kitab Suci “janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. 

Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yoh 2 : 15-16). Tetapi hal itu menjadi penafsiran yang salah oleh beberapa orang.

Tetapi setelah konsili vatikan II, dunia memiliki visi ke arah yang bisa membangun seseorang menjadi lebih positif. 

Dunia juga diartikan sebagai seluruh keluarga manusia dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Konsili vatikan II telah memperbaharui kehidupan Gereja. Sehingga Gereja bisa lebih terbuka dan mengakui kebenaran yang ada di luar dirinya.

Sebelum membahas lebih mendalam tentang hubungan Gereja dan dunia, saya akan memerlihatkan beberapa permasalahan yang ada di dunia. 

Permasalahan yang sering terjadi adalah, pertama, peperangan. Peperangan bisa berupa perang saudara, perang antar agama, perang antar ras dan berbagai peperangan lainnya. 

Contoh saja penyebab perang  agama misalnya karena ada pembedaan dalam perbedaan keyakinan, dan selalu membenarkan agamanya sendiri jika dibandingkan dengan yang lain. Konsekwensinya, sikap perendahan agama lain terungkap jelas. 

Kedua, ketidakadilan sosial menimbulkan kekacauan yang berujung pada perang sehingga terjadi bencana kemanusiaan. 

Salah satu tuntutan kodrat manusia adalah diperlakukan secara adil. Artinya setiap pribadi manusia mempunyai hak atas hidupnya yang perlu dihargai dan dihormati oleh orang lain. Banyak peristiwa yang diketegorikan sebagai ketidakadilan, misalnya perampasan yang seringkali mengatasnamakan kepentingan rakyat. 

Persoalan dasarnya yakni manusia tidak menyadari status kesederajatannya di hadapan Sang Pencipta sehingga manusia sulit memandang sesamanya sebagai pribadi yang perlu dihormati dan dihargai.

Gereja memiliki tugas untuk melanjutkan karya Yesus yakni mewartakan kerajaan Allah kepada siapapun. Maka Gereja juga harus membantu menangani kasus-kasus atau permasalahan yang ada di dunia. 

Menjadi umat Allah berarti kita harus berusaha mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah di tengah kehidupan masyarakat. Kita harus bisa mengambil bagian menjadi anak Allah dengan menanamkan nilai-nilai kasih. 

Contoh peran Gereja dalam dunia yakni   membangkitkan karya-karya yang melayani semua orang, terutama yang miskin, seperti karya-karya amal. 

Gereja juga mendorong semua usaha ke arah persatuan. Karena universalitasnya, Gereja dapat menjadi pengantara yang baik antara masyarakat dan negara-negara yang berbeda budaya dan politik.

Maka dengan banyaknya permasalahan di dunia, Gereja terus ikut serta dalam menciptakan perdamaian yang ada. Gereja terlibat untuk menangani permasalahan dunia setidaknya bisa mengurangi permasalahan tersebut. 

Contoh peranan gereja misalnya permasalahan yang banyak menimpa dunia adalah banyaknya sisa makanan yang terbuang sia-sia.  

Paus Fransiskus selalu mengingatkan kita bahwa jika kita membuang makanan maka kita juga berhasil mengambil makanan hak milik orang yang membutuhkan.

Ketika terjadi bencana alam Gereja berusaha memberikan bantuan kepada korban bencana tersebut. 

Bantuan materi dapat berupa uang, obat-obatan, makanan, minuman, pakaian, buku dan masih banyak lagi. Selain bantuan materi, bantuan dalam kaitan spiritual juga sangat penting, semisal doa. 

Hal-hal yang dilakukan Gereja tersebut dapat menghilangkan rasa trauma para korban. 

Para korban juga bisa mendapat pencerahan yang membuat mereka bisa bangkit dari keterpurukan. Hal ini dapat membantu kesembuhan mental para korban. 

Selain itu, Gereja juga berperan penting dalam membantu kesembuhan dan pemulihan mental korban bencana alam melalui penghiburan.

Selain yang telah disebutkan, peran Gereja juga yakni melakukan dialog antar budaya ataupun agama. 

Gereja harus membuka diri terhadap kebenaran dan keselamatan yang berasal dari luar Gereja.  Dengan adanya dialog ini Gereja bertumbuh dalam rasa solidaritas yang tinggi antar satu sama lain. Dialog antar agama juga bisa mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada. 

Tujuan dialog antar agama yakni untuk menumbuhkan pengenalan yang lebih mendalam kepada orang lain dan kemudian melahirkan kepedulian terhadap sesama manusia.

Secara umum dialog antar umat beragama memiliki dampak positif bagi keragaman. Dilihat dari dua sisi, secara intern umat beragama dapat lebih menguatkan kemampuan mendalami dan melaksanakan ajaran agama yang diyakininya. 

Dari segi eksternal, umat dapat lebih memahami keberadaaan agama lain. Ibarat pepatah saja “tak kenal maka tak sayang”, maka dengan adanya dialog ini semua umat beragama bisa saling mengenal satu sama lain.

Contoh konkret adalah Paus Fransiskus yang melakukan kunjungan ke Uni Emirates Arab (UEA). Bapa Paus telah mencoba berdialog dengan umat beragama Islam yang merupakan salah satu landasan terpenting dalam kepausannya. 

Sejak menjadi Paus pada tahun 2013, ia mengunjungi beberapa negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam. Pada hari minggu 3 Februari pimpinan tertinggi Gereja Katolik Roma tersebut mengunjungi semenanjung Arab. 

Ia dijadwalkan akan bertemu dengan para ulama terkemuka dan mengadakan misa terbuka untuk sekitar 135.000 umat Katolik.

Paus Fransiskus diundang oleh pangeran Abu Dhabi, Sheikh Muhammad Bin Zayed Al-Nahyan untuk mengambil bagian dalam sebuah konferensi lintas agama. 

Paus mengeluarkan sebuah pesan di video menjelang kunjungannya. Ia memuji bahwa Uni Emirat Arab merupakan negara yang berupaya menjadi model untuk hidup berdampingan, persaudaraan umat manusia dan budaya, di mana banyak orang menemukan tempat yang aman.

Sepanjang hari saat kedatangannya, Paus melibatkan dirinya dalam dialog antar agama. Ia mengunjungi masjid terbesar di dunia, di mana Paus bertemu secara pribadi dengan Council of elders/ dewan tertua sebuah organisasi yang berkantor di Abu Dhabi. 

Paus mengatakan ia senang dengan pertemuan yang ditawarkan Tuhan untuk menuliskan halaman baru dalam hubungan antar agama ini.

Sejak terpilih menjadi Paus, ia telah mengunjungi 6 negara yang mayoritas penduduknya muslim. 

Puncak kunjungan bersejarah ini adalah misa yang digelar di Zayed Sports City yang dihadiri sekitar 135 ribu orang dan diperkirakan mencetak rekor sebagai acara perkumpulan publik terbesar di Arab. 

Otoritas Arab berusaha menyebut 2019 sebagai tahun toleransi dan sekarang berupaya menunjukkan kunjungan paus sebagai bukti rasa hormat terhadap keberagaman.

Menurut saya dialog antar umat beragama yang dilakukan oleh paus ini bisa menyatukan perbedaan. Dengan kunjungan ini dapat dipahami yakni iman yang berbeda bukan berarti harus memecah belah. 

Justru itu yang bisa menyatukan dan membuat kita semakin jauh serta menjauhkan kita dari bahaya perang saudara ataupun yang bisa memecah belah. 

Dengan kunjungan paus ini kita juga dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengembangkan toleransi.

Tujuan paus sendiri yakni menjaga perdamaian yang ada di dunia ini. Adanya toleransi antar negara dapat mengurangi perpecahan terjadi seperti peperangan baik fisik ataupun perang dingin. 

Perdamaian akan menyatukan kita semua. Jika toleransi selalu ditegakkan maka tidak akan menimbulkan pecah-belah antar satu sama lain. 

Kehadiran Gereja di tengah dunia bermaksud untuk bersaksi tentang Kerajaan Allah. Gereja dapat menawarkan nilai-nilai Injili agar keselamatan Allah dirasakan dan dialami dunia. 

Penulis adalah siswi SMA Tarsisius Vireta, Tangerang. 
×
Berita Terbaru Update