-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MY DEAR MOM, DI BAWAH LANGIT FEBRUARI, SAJAK SEMUT

Senin, 11 Februari 2019 | 23:32 WIB Last Updated 2019-12-12T11:08:28Z
MY DEAR MOM, DI BAWAH LANGIT FEBRUARI, SAJAK SEMUT


Oleh: Dolin Anang

EMBUN DI PENGHUJUNG FAJAR

Kapan aku memandikan basahmu
Mengusap keletihan dengan kesuksesan
Cukup secangkir, tak perlu basa-basi
Bila perlu cukup setitik iota
Tak perlu banyak
Kucuran keringat yang menyengat
juga keriput wajah yang belum terbayar
Merindukanmu, sekaligus harapan
Memandikan segarmu adalah impian
Bukan menunggu apalagi menanti
Aku mencari,
Hingga embun jatuh
Perlahan menyegarkan perjuangan
Lihatlah embun dan fajar itu,
Perlahan menawarkan kemakmuran pada dunia.

MY DEAR MOM

Mama, ceritakan lagi dongengmu
Biarkan aku terlelap dalam belaianmu
Wangi kopi wajahmu
Masih tercium disela nafasku
Mama, angin kembara itu diriku,
Menghembus lalu pergi meninggalkanmu,
Demi diri dan nanti
Apa kabarmu di sana
Adalah kerinduanku
Nyaring suaramu
Adalah syukurku pada Tuhan
Dan akan kuceritakan nanti
Kalau aku terlelap dalam rindu untukmu.
I Love you mom.

Langit February 11' 019

DI BAWAH LANGIT FEBRUARI

Dalam kabut penuh kepedihan itu,
Senjaku dikelabui,
Pagiku mendung menjemput hujan hari itu
Sedang mentariku menyelinap
Di balik awan hitam
Dan keceriaanku menyamar
dalam duka rindu
Kini, sisa kesendirian di bilik jendela tua
Menatap awan tanpa tanya
baru sejenak lalu januariku berlalu
Kesepian kini menjemputku
Di pelupuk mata february
 memudar harapku
Dalam gulita ikut menghilang
Di pelabuhan senja

06 February'019.

FAJAR HATI 

Tumbuhlah
Laksana rumput itu
Hiasi gersang bumi
Cahyamu,
Sinari kekelaman diri
Terbit seperti sang timur
Berlabuh,
Jangan sampai terbenam di tengah langit
Sebelum aku,
Memeluk diri di dunia utopia.
Ajak aku, temukan diri
Menggapai matahari.

Ruang renung, 11 February 019

SAJAK SEMUT

Cukup kamu tahu,
Aku tidak pandai berorasi
Juga tidak paham berbicara
Apalagi gelak tawa
Juga tiada berada tanpa sesama
Aku hanya mampu memikul rema dengan teman
Menahan beban dengan kawan
Cukup aku, juga kami
Tidak menyakiti
Hanya ingin melatih diri
Tidak letih
Juga bukan ngemis
Cukup kamu tahu saja
Isi perut bukan perut tanpa isi
Ia selalu meminta
Mengenyangkan diri
ia tidak minta gelak tawa
Apalagi wacana
Cukup tangan yang berkarya
Supaya ia kenyang
Kami, bukan peminta
Apalagi penawar
Kami hanya pejuang yang kejam bahkan keji
Mencari diri di hari esok.

Di pondok Gede, 31 January 019
(Gambar dari google)
×
Berita Terbaru Update