-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MBARU GENDANG; SIMBOL KEUTUHAN KELUARGA

Sabtu, 30 Maret 2019 | 22:57 WIB Last Updated 2019-12-05T23:07:14Z
MBARU GENDANG; SIMBOL KEUTUHAN KELUARGA
Ilustrasi dari http://kupang.tribunnews.com
Oleh: Nasarius Fidin

Ulasan mengenai Mbaru Gendang sangat penting bagi orang-orang Manggarai. Hal ini dilatarbelakangi karena banyak persoalan budaya seperti masalah keluarga, KDRT, perang tanding/perang saudara, dan persoalan-persoalan lainnya menimbulkan kegelisahan tersendiri bagi orang-orang Manggarai.

Persoalan-persoalan tersebut sangat berdampak pada perpecahan relasi dalam keluarga dan masyarakat Manggarai pada umumnya. 

Oleh karena itu, penulis mengulas tentang mbaru gendang yang merupakan simbol keutuhan keluarga. Tulisan ini bermaksud agar orang-orang Manggrai kembali ke akar budaya, menghidupinya dan mewujudkannya dalam kehidupan setiap hari. 

Sekilas Tentang Mbaru Gendang

Manggarai dikenal dengan mbaru gendang yang sangat unik. Mbaru gendang merupakan bahasa daerah Manggarai  untuk menerangkan rumah adat. Mbaru gendang berbentuk kerucut, ruas-ruasnya sangat memesona, dinding-dindingnya elok permai dan di bagian atasnya terpajang tanduk kerbau. 

Mbaru gendang merupakan tempat berkumpulnya orang-orang Manggarai untuk menunjukkan adat atau budaya. Orang-orang Manggarai wan koe etan tua (mulai dari yang termuda hingga yang tertua) berkumpul untuk melaksanakan acara adat. Acara neki weki (berkumpul) ini mewujudkan nilai kekeluargaan, kebersamaan, kesatuan dan kecintaan. 

Mbaru gendang diakui sebagai salah satu warisan terpenting dan terindah dari nenek moyang Manggarai. Warisan leluhur ini sangat mengagumkan dan memesona. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi landasan dan pedoman hidup manusia Manggarai saat ini dan yang akan datang. 

Perwujudan nilai-nilai di balik mbaru gendang tersebut, menjadikan masyarakat Manggarai mengalami cinta kebijaksanaan melalui ribuan mutiara keindahan adat/budaya para leluhur.

Goet-goet, seni karya, seni tari, seni budaya, seni hidup dan sebagainya menjadi senandung indah yang menjadi kekhasan hidup orang-orang Manggarai. Identitas masyarakat Manggarai ini menjadi pemandangan tersendiri di bumi pertiwi Indonesia. 

Orang Manggarai dapat dikenal dari keberbedaannya, sehingga bila ditanya siapa orang Manggarai itu, jawabannya pasti terungkap melalui cara hidup, seni-seni dan keunikannya.

Seperti apakah keberbedaan dan kekhasan orang Manggarai itu? Mari dan lihat atau datang ke Manggarai, kamu akan mengetahuinya….

Mbaru gendang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan satu sama lain. Bagian-bagian itu masing-masing memiliki kegunaan yang sangat penting. Kegunaan bagian-bagian mbaru ini mendukung kekokohan rumah adat tersebut. 

Mbaru gendang memiliki tiang tengah yang biasa disebut ‘Molas Poco’. Molas Poco merupakan tiang tengah yang mampu menjadi penyanggah rumah adat. Tiang-tiang di setiap sudut dapat berdiri tegak dan kuat.

Demikian ruas-ruas atas yang mengitari dan memperindah bentuk rumah gendang itu. Semuanya tidak akan kuat, tangguh, cantik/indah, dan memesona jika tanpa molas Poco

Molas Poco merupakan tiang kekokohan mbaru gendang. Angin topan dan hujan badai tidak akan pernah merobohkan mbaru gendang ini.

Tiang tengah selalu menjadi penguat dan pelindung tiang-tiang sudut dan ruas-ruas rumah. Dengan demikian molas poco merupakan tiang yang sangat penting dan dibutuhkan agar rumah adat Manggarai berdiri tegak.  

Mbaru Gendang; Simbol Keutuhan Keluarga

Mbaru gendang adalah rumah unik yang merupakan simbol keutuhan keluarga dalam masyarakat Manggarai.

Di balik mbaru gendang terungkap nilai-nilai adat atau budaya khas Manggarai. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan kehidupan keluarga. Pertanyaannya, nilai-nilai apa saja yang membantu kita untuk memahami gambaran mbaru gendang sebagai keutuhan keluarga? 

Nilai-nilai yang terkandung di balik mbaru gendang, misalnya, nilai ase agu kae neka woleng tae, ema agu anak neka woleng bantang, nai ca anggi tuka caa leleng, wake celer ngger wa saung bembang ngger eta (adik dan kakak, bapak dan anak harus bersatu, berakar dan mekar seperti dedaunan hijau). 

Mbaru gendang dan kehidupan keluarga memiliki kaitan erat. Hubungannya terungkap dalam nilai-nilai hendak dihidupi dan diwujudkan oleh orang-orang Manggarai.

Orang yang mewujudkan nilai-nilai budaya berarti dia sedang berada di dalam mbaru gendang. Artinya dia selalu berjalan dalam mal budaya sehingga kehidupan itu bagaikan harmoni.

Dalam konteks ini, orang Manggarai yang selalu at home di mbaru gendang atau sungguh-sungguh menghidupi nilai-nilai budaya, berarti dia dijiwai semangat hidup leluhur.

Dia sungguh-sungguh berjalan di jalan kesatuan, kekeluargaan, kebenaran, kepedulian, dan cinta-setia  antara orang tua dengan anak, adik dengan kakak, di antara keluarga, dan atau antar-keluarga.

Mereka dapat dikatakan manusia berbudaya. Manusia berbudaya adalah manusia unggul yang tahu budaya dan hidup di jalan kebudayaan sejati. Mengapa dikatakan demikian?

Seperti ulasan di atas terkait tiang tengah, bahwasannya molas poco merupakan tiang tengah yang menjadi penyanggah dan penguat sehingga rumah itu kokoh kuat.

Tiang tengah merupakan lambang budaya yang mengandung ribuan nilai kehidupanr. Hemat penulis, tiang tengah adalah simbol kasih-setia, kebijaksanaan, kekuatan, perlindungan, dan kesatuan. 

Jadi, di tengah pelbagai persoalan  masyarakat Manggarai seperti perang saudara, persoalan keluarga, KDRT, dan sebagainya dapat diatasi dengan baik dan benar apabila orang Manggarai tersebut kembali ke mbaru gendang (kembali bergumul dan mewujudkan nilai-nilai budaya).

Orang Manggarai kembali untuk bergumul tentang nilai-nilai kebudayaan yang khas, seperti terungkap dalam goet yang sangat indah yakni neka oke kuni agu kalo (jangan lupakan adat leluhur).

Hidup orang Manggarai mesti berakar dalam nilai-nilai budaya yang disimbolkan dengan mbaru gendang dan atau tiang tengah. Dengan itu, apapun persoalannya, hidupnya tetap mekar semekar kembang di ladang dan indah seindah bintang di langit. 

Penulis adalah alumnus STF Widya sasana Malang, Jawa Timur
×
Berita Terbaru Update