-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MERATAPI JAMAN, SAJAK MALAM KELAS, DOA-DOAKU TANPA MAKNA

Minggu, 31 Maret 2019 | 00:05 WIB Last Updated 2019-12-11T14:59:14Z
MERATAPI JAMAN, SAJAK MALAM KELAS, DOA-DOAKU TANPA MAKNA


Oleh: Agustinus M. Samuel

MERATAPI ZAMAN

Betapa cepatnya perubahan
Pada derapnya kemajuan.
Pantaskah orang yang bergantung pada 
tradisi disebut ketingalan "JAMAN"??

Dalam tempo yang cepat itu, 
tidak ada banyak waktu yang tersiasa untuk 
meratapi bencana yany memporak-porandakan.
Maka biarkan orang mati menguburkan orang mati..
Dan kita yang hidup mesti terus membangun, dan menghidupkan hidup itu...
Menggunakan waktu yang ada untuk menatapmasa depan, 
Dan mari menatanya mulai dari sekarang...

Juga kalau masa sekarang itu dipenuhi oleh puing-puing dan mayat para korban...
Tak ada waktu untuk meratap.
Tak ada waktu untuk bersedih..
Mari hancurkan peradaban zaman..
Dan berikan kisah yang abadi bagi generasi dan cucu-cucu kita....

SAJAK MALAM KELAM

1/ Dia adalah sebuh kata yg memeluk jiwa ini...
  Rindu...
  Rindu....
  Rindu..
 Dan selalu merindu....

2/ Rindu pada dua jiwa yang tak mungkin menyatu.....
Mencari jati diri di antara Rasa dan Asa.

3/ Rindu yang memeluk jiwa ..
Mengasa pada rasa yang kian mengikat jiwa, pada rasa yang kian diasa..

4/ Antara Rindu, Rasa dan Asa..
Menjadi selimut pada jiwa yang kian merayu.....

DOA-KU TANPA MAKNA

Ketika ku lantunkan doa-ku
Aku terdiam seolah tanpa rupa
Dan tiada harga bahkan tanpa makna.

Doa-ku telah ditelanjangi 
Para hantu di malam-malam kelam.
Doa-ku telah diperkosa,
Doa-ku kini memjadi pelacur,
Terbakar oleh nafsu angkara,
Tercabik dendam merendam,
Terlantar di pelantaraan.

Doa-ku terpenjarakan oleh dinding kota,
Tergilas roda jalanan, 
Tersesat diantara angan-angan,
Tak tau asal dan tujuanya..

Kapan doa-ku menjadi rupa Getzemani??
Kapan doa-ku menjadi suci?

Doa-ku....
Jangan kau tanyakan asal dan tujuanya .

Aku hanya merenung di masa yang telah aku lalui.
Jangan pula kau tanyakan " masa apa yangg telah aku lalui?"
Ini adalah masa dimana aku harus menyadari kerapuhan-ku, dan segala dosa-ku.
Mari mengintropeksi diri..

SAJAK SENJA KELABU

1/ Disaat hati lelah menghitung waktu...
Bersandar pada jiwa yang merana,, merana tersingkir dari kehidupan. 
Kadang melangkah pada jarak yang membidik waktu..

2/ Disaat senya habis, pulang pada pangkuanya ..
Kaang hati kembali, selimuti jiwa pada rasa yang membeku..
Beku jiwa pada rasa yang tak tentu.
Menjadi gila pada rindu yang membuai jiwa...

3/ Kapan rindu tersampaikan??
Kadang rasa harus kembali pada arti sebuah kata .
Kadang rindu membeku pada jiwa yang gila pada rasa..

(Gambar diambil dari google)
×
Berita Terbaru Update