-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

MEREVITALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENANGKAL POLITIK IDENTITAS

Senin, 20 Mei 2019 | 19:53 WIB Last Updated 2019-05-20T13:02:15Z
MEREVITALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENANGKAL POLITIK IDENTITAS

Oleh: Vinsensius Indra Servin
(Alumnus Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo)

Pemilu serentak yang telah usai beberapa minggu yang lalu telah membawa banyak perubahan dikalangan para elite politik, aktivis, power people dan bahkan sampai kaum marginal. Di sisi lain politik serentak ini juga telah melebar-luaskan politik identitas, politik sara dan munculnya sikap intoleransi antar umat beragama, suku dan Bahasa. 

Munculnya berbagai macam virus politik ini membuat masyarakat resah dan gelisah dengan keadaan bangsa yang telah terkocar-kacir oleh oknum-oknum tertentu. Bangsa kini mengalami reduksi akan nilai-niilai sopan santun dan tata kerama. Hal ini mengindikasikan bahwa kerukunan dan keberagaman tidak lagi menjadi bagian dari diri setiap individu, sebab setiap power people telah memboncengi radikalisme. 

Problem ini tentunya belum mendapat faksinasi yang memulihkan kembali hubungan antar pribadi yang telah mengalami pasang surut dan terkotak-kotak dalam sirkulasi persaudaraan. Apalagi munculnya masyarakat yang primitive  mengenai kebersamaan dalam keberagaman dan melihat perbedaan sebagai musuh dalam berpolitik. Hal ini tentunya akan menimbulkan kerusuhan berkepanjangan yang dapat memecah-belahkan bangsa. Sehingga banyak pertanyaan liar yang muncul media social, “masih berlakukah binaka tunggal ika?”. Atau yang lain lagi, “pancasila hanya simbolis bangsa?”. Dan masih banyak pertanyaan lain yang mempertanyakan keabsahan dari sebuah dasar Negara. 

Maka melihat situasi dan kondisi ini, orang muda katolik paroki kalideres ingin merevitalisasi nilai-nilai pancasila sebagai bentuk implementasi dari konsepsi prakmatis terhadap dilema politik identitas. Sikap pancasilais merupakan fundator bagi OMK ini untuk bersilahturahmi dengan pemuda ANSOR (muslim). Kedua organisasi kepemudaan ini pun memiliki tujuan dan cita-cita yang sama yakni ingin mempererat tali persaudaraan dalam menangkal radikalisme. Para pemuda ini bersepakat untuk mengadakan buka puasa bersama yang akan dilansungkan pada minggu keempat bulan mei mendatang. 

Ada beberapa tujuan yang tidak terlepas dari latar belakang adanya kegiatan ini, berdasarkan nilai-nilai pancasila, pertama Sila pertama ‘Ketuhanan yang Maha Esa’. Pada sila ini dipaparkan legitimasi moral religious yang menjadi pertama dalam  kegiatan ini. Moralitas bangsa dan Negara akan menjadi lebih baik apabila setiap warga masyarakat punya penghayatan agama yang baik. Dan hal ini ditransparansi oleh kedua organisasi ini yang saling menghargai dan menerima agama yang sebagai persaudaraan.   

Kedua, kemanusiaan yang adil dan beradap. Sila ini memiliki korelasi dengan sila kelima yaitu ‘ prihal  keadil dan keadaban’ merupakan sumber nilai –nilai moral bagi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan. Dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara, etika politik menuntut agar kekuasaan dalam negeri di jalankan sesuai dengan legitimasi hukum, dan legitimasi moral. 

Negara Indonesia memang pada  dasarnya adalah negara hukum, yang menjunjung tinggi nilai ‘ keadilan’ dalam hidup bersama (keadilan sosial). Namun hal ini tidak boleh terlepas dari humanisme yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Oleh karena itu dalam pelaksanaan dan penyelenggraan negara, segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagian senantiasa harus tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.  Hal ini pun menjadi salah satu misi dari tujuan adanya kegiatan ini, yakni memperhatikan yatim piatu dan kaum terpinggir lainnya. 

Ketiga, Pancasila sebagai suatu sistem filsafat legitimasi demokrasi yang terkandung dalam sila keempat pancasila yakni ‘kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sila ini mau menunjukan opsi demokrasi menjadi bagian yang terpenting dari sebuah kebersamaan untuk memproleh pandangan yang tajam terhadap tujuan dan cita-cita bangsa. Walaupun tak dapat dielakan lagi bahwa praktek politk di Indonesia mengalami pergeseran makna dari tujuan politik itu sendiri dan meracuni politik santun. Maka salah satu tujuan dari kegiatan ini diadakan untuk memulihkan kembali antar individu, antar individu dan kelompok dan antara kelompok dan kelompok yang mengalami perselisihan pendapat akibat politik identitas. 

Maka dengan menghidupkan nilai pancasila dalam suatu organisasi lintas agama, membuktikan bahwa generasi melenial mampu membendung radikalisme yang berupaya memecah-belahkan bangsa. Mengutip pandangan Immanuel Kant tentang sebua organisasi yang mengatakan bahwa Keseluruhan syarat-syarat yang dengan ini kehendak bebas dari orang yang satu dapat menyesuaikan diri dengan kehendak bebas dari orang yang lain, menurut peraturan hukum dalam kehidupan berkelompok (zoon politicon). Atau dengan kata lain Kant ingin menegasikan politik identidas dalam kehidupan berkelompok (zoon politicon) dan mengedepankan nilai-nilai pancasila sebagai suatu sikap plularisme dalam menghayati kehidupan bersama.

×
Berita Terbaru Update