-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bulan Merah, Kau Lelaki Rantau, Sekar Cipta Sari

Sabtu, 22 Juni 2019 | 23:44 WIB Last Updated 2019-12-07T05:33:28Z
Bulan Merah, Kau Lelaki Rantau, Sekar Cipta Sari


KAU

Kaulah lelaki bermata teduh
Buaikan jiwa pemberi mimpi
Pada netramu penuh puisi
Bait bait rindu yang menggeletar

Rasaku jauh melambung
Pada kesunyian di seberang
Pada lehermu berselimut syal biru
Memberi keindahan pada senja

Wajahmu serupa laut biru
Menenggelamkan hasratku
Jiwaku terbenam di palungmu
Merupa bulir bulir rindu

Kau...
Telah merubah sunyiku menjadi riuh
Sepanjang musim di ujung ceria
Tetaplah seperti itu selamanya...

Bandung Barat, 22 juni 2019

BULAN MERAH

Bulan merah...
Mengintip di balik pohon angsana
Yang mengambang adalah rinduku
Yang terbenam di kelam malam

Seperti di sepanjang kelokan
Meniti malam di ujung rindu
Adalah wajahmu membayang
Dalam hening

Sunyi...
Membiaskan rasa yang ngungun
Melata menggigilkan jiwa
Malam...
Tetaplah di sana temani sunyi sepanjangnya

Bandung Barat, 22 juni 2019

KAU LELAKI RANTAU

Seperti nyiur lambaikan dedaun muda
Menggapai matahari di angin barat
Pada tautan buih ombak yang saling kejar
Membisiki rindu yang tak bertepi

Kau lelaki dari rantau
Mengikat janji di tanah seberang
Entah musim yang mana kau bersua
Dari perihnya rindu yang tenggelam

Terbenam di jejak pasir
Yang berkisah tentang kasih
Pun tak pernah terlihat lagi jejaknya
Karena terhapus gelombang pasang
Yang menderu di ujung horizon

Bandung Barat, 22 juni 2019

WANITA JALANG

Di matanya ada berjuta lelaki
Yang di keruknya hanya rupiah
Dan di kurasnya tenaganya
Hingga setengah mati

Kaulah wanita jalang serupa iblis menyaru sang putri
Bersenggama dengan waktu
Yang tak pernah puas
Pada hasrat birahinya

Habiskan hari hari pada musim
Ketika lelaki itu tak merupa lagi
Tenaganya habis di ujung senja
Tinggal nafasnya satu persatu

Dan tak lama lagi dia terkapar mati
Kehabisan oksigen kasih sayang
Dan tak pernah menyadarinya
Dan bertekuk lutut untuk di bantainya

Bandung Barat, 22 juni 2019

DARI SEBUAH BAYANGAN

Di sini...
Kuberdiri di antara sayup nyanyian angin
Aku terpana memandangmu
Dari sebuah bayangan

Yang mengganggu derap langkahku
Di ujung horizon
Pada senja yang tetap kelabu
Pada keinginanku yang pilu

Tiada camar
Tiada kapal yang singgah
Dermagapun sunyi
Sesenyap jiwa hampa

Bayanganmu tertinggal di sini
Melumatku dari semua titik
Dan akupun pergi
Meninggalkan bayang

Bandung Barat, 22 juni 2019

KEMBALI KE SEKOLAH

Tanah basah sisa hujan kemarin
Menapaki langkah langkah berembun
Pada derap menuju tapak tapak cinta
Yang telah sekian lama mengendap

Ketika sambutan riuh membahana
Di sepanjang lorong kelas
Mengusik keheningan pagi
Yang bersinar keemasan

Senyum yang kulum
Gelak tawa riuh kanak kanak
Menghidupkan kembali
Nuansa hari pertama
Kembali ke sekolah

Riang ria bersua wajah wajah tercinta yang polos
Menghangatkan suasana  pagi ceria
Di seputar area sekolah
Dengan wajah wajah semringah

Bandung Barat, 22 juni 2019

PUPUT

Puput adalah sosok gadis mungil
Kulitnya hitam manis dan bawel
Apapun selalu di tanyakannya
Orangnya periang dan lincah

Terkadang anak ini selalu tersenyum
Terkadang melamun sendiri
Wajahnya mirip anak lndia
Anak ini sayang padaku

Bila aku tak ada
Banyak pertanyaan dari bibirnya
Seperti wartawan saja
Bawelnya tak ketulungan

NURHABIBAH

Nurhabibah anak yang cerdas
Juga pendiam dan tak mau tersenyum
Selalu aku goda agar tersenyum
Dia hanya mesem saja

Kulitnya putih
Matanya selalu melihatku
Ketika kutanyakan padanya
Dia sayang sekali padaku

Katanya...
Aku tak boleh pergi dari kursiku
Bila aku keluar
Dia selalu mengawasiku dan memperhatikanku

RIM KARIMAH

Rim si gadis jangkung
Wajahnya semringah dan bahagia
Dulu dia pemurung
Sekarang menjadi ceria

Dia paling rajin di kelas
Senang merapikan kelas
Dia anak penyayang
Semua teman temannya menginduk padanya

Aku sayang padanya
Selalu tersenyum padaku
Selalu membawakanku tasku
Untuk di simpan di kelas

SHYRIN

Shyrin gadis mungil hitam manis
Dia sangat sayang padaku
Anaknya cerdas
Dan sering sakit sakitan

Anaknya periang dan penyayang
Semua temannya sayang padanya
Toleransinya tinggi
Dan selalu banyak temannya

Kesukaannya boneka
Ketika ulang tahun
Aku memberinya kado
Boneka hijau keropi yang lucu

SITI NURUL

Siti nurul adalah anak yang manis dan paling mungil
Aku paling suka memeluknya
Senyumnya manis dan lucu
Aku sayang padanya

Anaknya tak pernah marah
Selalu tersenyum setiap hari
Juga penurut
Dia paling rajin menyapu di kelas

Semua kotoran bersih di tangannya
Teman temannya sayang padanya
Si pendiam yang lucu
Suka memelukku

SEKAR CIPTA SARI

Sekar gadis berambut panjang
Si manja yang imut
Senang bertanya
Semua pelajaran yang sulit

Anaknya pendiam dan ayu
Senang bermanja padaku
Paling betah duduk di dekatku
Bila istirahat tiba

Senang mengajak ngobrol
Tentang dongeng
Pangeran dan putri raja
Busananya seperti putri raja

SAFA ALZENA

Safa adalah gadis paling pendiam
Dia senang membuat puisi sedih
Semua buku pelajarannya
Selalu ada puisinya

Anaknya ssnsitif
Penyendiri di dalam kelas
Dia tak suka bergaul
Temannya buku dan pensil

Aku suka memeluknya
Aku tak mau dia sedih
Anaknya penurut
Dia juga sayang padaku

RIRI FEBYANTI

Riri adalah gadis pendiam
Suka tersenyum
Dan senang bergaul
Temannya banyak

Dia amat sayang padaku
Selalu menolongku
Membawakan tasku
Sampai ke rumah

Dia paling rajin menyapu kelas
Dan senang mengajakku ngobrol
Tanganku selalu di tuntunnya
Bila aku masuk kelas

RANIA

Rania gadis paling pendiam
Sedikit penakut
Bila bicara selalu ragu ragu
Aku memberinya semangat

Agar selalu menjadi anak periang
Dia selalu kupeluk
Dan sensitif
Terkadang aku kasihan padanya

 Dia penurut dan penyayang
Pada teman temannya
Aku sayang padanya
Dengan semua kebaikannya

RICO DWI RESMANA

Rico adalah anak yang cerdas
Punya cita cita menjadi ustad
Dia senang memimpin teman temannya
Anaknya periang dan lucu

Teman temannya takut padanya
Dia paling suka duduk di dekatku
Dan sayang padaku
Aku menyayanginya juga

Dia suka menulis puisi
Puisinya selalu tak terduga
Selalu selesai tepat waktu
Bila di beri tugas

Bandung Barat, 22 juni 2019
By : Wiwin Herna Ningsih
×
Berita Terbaru Update