-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gerhana Di Pucuk Tandus, Kidung Senja, Senandung Malam

Minggu, 23 Juni 2019 | 08:39 WIB Last Updated 2019-12-07T05:04:07Z
Gerhana Di Pucuk Tandus, Kidung Senja, Senandung Malam

Karya: Kholid bin walid

GERHANA DI PUCUK TANDUS

Setitik apapun rintiknya ia tetaplah hujan
Basah pada kelopak bumi hita
Namun ialah sang lelagu
Berdiri di atas debu-debu

Degubnya bernada rindu
Pecahkan kilau emas cahaya purnama
Pada daun-daun megah bianglala
Rangkai kidung temani senja

Semarang, 07 Mei 2019

BAHAGIAMU BUKANLAH AKU

Biarlah
Berduamu menjadi indah
Karena bahagiamu bukanlah aku

Dulu
Aku pernah berkata cinta
Ketika bicaramu masih padaku
Tak pernah sedikitpun berikan lara
Meskipun api menyulut dada

Namun
Hatimu kini tak lagi ingin
Bahkan untuk menganggap sedikit saja
Sebagai teman untuk bercanda

Ikhlasku
Jika jalanmu adalah dia
Mungkin sampai di sini saja
Perbincangan antara kita

Semarang, 08 Juni 2019

TIAP JIWA ADALAH SUNYI

Tiap jiwa adalah sunyi
Hanya perjalanan ajarkan hakikat mimpi
Tentang cinta 
Tentang cita-cita 
Hingga perasaan dipenuhi deru debu api membara

Tulang-belulang cagak pikiran
Dari terjemahan arti-arti
Yang disempurnakan oleh laku diri
Dari mulai tangis sampai habis masa pangkuan

Ingatlah!
Sepasang mata malaikat selalu kendalikan jari-jari
Tatapi jiwa dalam sunyi
Tuliskan amal dengan rapi

Hanya yang mampu lalui berahi
Ialah sesungguhnya jati diri
Yang kelak tersenyum bunga-bunga
Nikmati sejuk sepoi aroma surga

Semarang, 09 Juni Mei 2019

SEJAK HATI PUISI

Sejak hati puisi
Air mata semakin sunyi 
Karena tangis hanya terekam
Pada larik-larik diam

Pena adalah cinta
Tempat sandar paling teduh
Kala tinta terserak jauh
Di atas kanvas fana

Suara-suara kian sajak
Hanya terdengar teriak serak
Pada gendang telinga retak
Yang nyaris tinggalkan isak

Akulah bait-bait
Pengagum gigil sepi
Namaku lesap di langit-langit
Sejak hati puisi

Semarang, 18 April 2019

SENANDUNG MALAM

Pita suara gelap memgembang
Menggelar pentas di pundak petang
Selimuti lembayung hitam
Yang lelap di pematang malam

Nadanya selalu lugu
Meski pekat kerap menyapa
Dan senyumnya
Tak jauh dari perindu

Inilah senandung malam
Yang digubah oleh angin
Dinyanyikan sang rembulan
Dinikmati seluruh alam

Semarang, 13 Juni 2019

Gambar diambil dari nordnorge.com
×
Berita Terbaru Update