-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

ANTOLOGI PUISI KHOLID BIN WALID

Jumat, 21 Juni 2019 | 17:36 WIB Last Updated 2019-11-30T07:56:45Z
ANTOLOGI PUISI KHOLID BIN WALID
Gambar diambil dari www.liputan6.com sebagai ilustrasi, lalu ditulis dengan kata-kata bijak

Karya: Kholid Bin Walid



MASIHKAH AKU


Masihkah aku

Pada hilir mudik kembara ayumu

Binar mata lentik merayu

Saat pelupuk masih menari rindu


Dulu

Di gugusan temaram pagi, akulah pujaan hati

Dari tatap mata pertama mentarimu

Yang terbangun dari ranjang langit biru


Namun tanya itu kini tiada temu

Selalu saja bayang-bayang semu

Ketika lamunan menjadi tamu

Langkahkan kaki dalam jemu


Masihkah aku

Tetap terselip di lingkar jemari hatimu

Seperti saat kugendong larimu di bibir pantai banyu biru

Lalu kurangkai pecah batu-batu eja

namamu


Pada serpihan luka paling debu

Masihkah aku


Semarang, 03 Mei 2019


JEJAK FATIHAH


Pada

Yang telah buatku terbaca

Tanpa lensa dan kaca mata

Meski kadang terbata


Ada apa

Mengapa harus nelangsa

Bukankan aku ada

Untuk semua jiwa


Serakku di lantai lalu disapu angin

Tetap ku kau pungut meski dengan berlari

Sebab akulah mantra aji sukma jati

Yang lahir dari kalam Tuhan


Akulah

Tersebut sebagai ibu

Di antara ayat-ayat penyejuk kalbu

Dan akulah sempurnakan amal sekecil debu


Pada angin bernada lugu

Akulah ucapan itu

Pula pada reranting berdaun kering

Akupun disanding dalam kesejatian cinta


Dan

Bila kelak akulah sang kekasih

Takkan jauh perahu berlabuh

Selalu surga dalam indah kematian


Semarang, 02 Mei 2019


TERIAK JANTUNG KOTA


Jauh di seberang sana

Kudengar teriak-teriak

Menyayat gendang telinga

Menusuki lambung lunak


Bantaran kali keruh

Jadi tempat yang teduh

Dari kejaran roda jaman

Yang lari dari kolong jalan


Jutaan mata terjaga

Dalam lelap nyanyian tidur

Mengamati debar-debar dada

Di atas pundak trotoar


Dan lagi, tiada henti

Riuh jerit dikejar mati

Saksi bisu jiwa terkapar

Jantung kota teriak lapar


Semarang 22/03/2019
×
Berita Terbaru Update