-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BEGINI KOMENTAR WARGANET/FACEBOOKERS TERKAIT CITRA DESTINASI WAE REBO-MANGGARAI KEMBALI TERCORENG

Rabu, 19 Juni 2019 | 00:12 WIB Last Updated 2019-06-18T17:12:12Z
BEGINI KOMENTAR WARGANET/FACEBOOKERS TERKAIT CITRA DESTINASI WAE REBO-MANGGARAI KEMBALI TERCORENG

Sejumlah oknum yang diduga sebagai tukang ojek melakukan tindakan tidak terpuji, yakni menghadang mobil trevel yang menghantar wisatawan asing yang hendak trekking ke kampung Waerebo pada 13 Juni 2019. 

Diambil dari FB Radio Manggarai 88,00 FM, oknum-oknum itu memaksa sopir trevel sekaligus guide, Adrianus Dakul  yang membawa turis-turis tersebut untuk turun dari mobil dan melanjutkan perjalanan menggunakan ojek sepeda motor. Karena hujan maka sopir itu tidak menuruti permintaan tukang gojek tersebut. 

Keesokan hari setelah pulang dari Wae Rebo, Adrianus dan tamu-tamunya menemukan mobil dalam keadaan ke-4 ban sudah digembos. Wisatawan yang diantar Adrianus kesal dan sangat kecewa. Sejumlah program untuk trip Flores mereka terpaksa diskip (dilewatkan). 

Menanggapi tindakan kejahatan itu, begini komentar dan renpons para facebookers di facebook Radio Manggarai 88,00 FM. 

Alfrid: Polisi harus cpt bertindak kasus seprti ini, Ini akan berbahya untuk wistawan yg hendak berkunjung ke sana(wae rebo). Bila perlu tangkap dan penjara org seprti itu. 

Donis Nardus: Semestinya disana harus ada jasa parkiran dan kepolisian setempat biar aman. 

Emyl Johan: Sebelumnya kita sepakat mengutuk perbuatan pelaku perusakan ban mobil tersebut. Ini merupakan perbuatan yg mencoreng wajah masyarakat manggarai yg humonis,ramah & santun. 
Bagi saya,ini bukan sekedar persoalan hukum. Apalagi jika melihat ancaman hukuman sesuai KUHP dengan kerugian yg dialami oleh korban merupakan tindak pidana ringan yg ancaman hukumannya sangat ringan & tidak memberikan efek jera kepada orang lain. 
Apalagi jarak antara wae rebo dgn Polsek Satar Mese sangat jauh. Tidak adanya akses komunikasi juga sangat mempengaruhi pelayanan pengaduan keamanan di sekitar wae rebo,sehingga korban harus memutar arah lagi ke Polsek satar mese untuk melaporkan jika terjadi permasalahan.
Ini adalah persoalan yg harus ditangani serius oleh pemerintah Kabupaten Manggarai dlm hal ini dinas pariwisata. Pemerintah kab. manggarai harus memfasilitasi berbagai kebutuhan termasuk kebutuhan pelayanan keamanan di wae rebo dgn menyediakan lahan atau sarana pendukung lain guna ditempatkan oleh petugas Polri & TNI berupa penempatan petugas Bhabinkamtibmas & Babinsa. 
Keberadaan petugas Bhabinkamtibmas & Babinsa ditengah2 masyarakat saat ini telah banyak menekan,mengurangi dan memberdayakan masyarakat lokal dalm menciptakan situasi kamtibmas yg kundusif di masyarakat. 
Namun keberadaan petugas bhabinkamtibmas & Babinsa di wae rebo perlu difasilitasi oleh pemkab manggarai mengingat jarak & sarana prasarana yg dibutuhkan juga harus dipertimbangkan.

Antonius B Djani: Maaf ikut berpikir.
Dengan reaksi yg banyak ini bagus utk mejawab peristiwa yg terjadi. Mengapa? 
1. Biaya masuk ke Wae Rebo ditambah biaya transportasi dari labuan Bajo adalah harga ditawarkan kepada wisatawan, termasuk biaya parkir di Denge. Jadi. TDAK mungkin lagi ada biaya lain di luar itu.
2. Gangguan yg terjadi dalam perjalan menuju daerah wisata oleh siapapun dianggap KRIMINAL.( cegat, kekerasan, penggembosan ban) Jadi urusan Polisi..
3, jaminan keamanan harus diberikan oleh pemerintah utk itu dibuat PERDA bersama antara 2 kabupaten.penting artinya.
4. Peristiwa buruk itu pasti sdh dikabarkan kepada agent dalam.negeri maupun luar negeri.
5. Guide yg menghantar juga harus memiliki legalitas KTA dari HPI utk itu masyarkat juga harus.mengetahui hal itu. Karena juga banyak guide "liar" masuk tanpa ijin ke Wae Rebo apa dampaknya, harga jualnya pasti beda karena mereka menentukan sendiri. 
5. Kalau tidak diatasi secepatnya nanti para wisatawan perorangan akan diganggu dan tanpa perlindungan...! Dan akibatnya animo kunjungan menjadi turun. Sdh banyak contoh, Danau Toba, misalnya atau pantai kuta lombok dan utk mengembalikannya perlu beberapa tahun. Kebanggaan kita satu satunya itu harus betul betul memberikan pelayanan yg prima.supaya awet. Sebab Wae Rebo itu.jenis destinasi yg cukup dikunjungi sekali saja.....!

Eris: Pemerintah seharusnya menyediakan tempat parkir khusu sertakan security untuk mengamankannya, pemerintah harus berpikir jangka panjang dari objek wisata Wae Rebo.

Robert Ngabut: Sebelum ini jalannya oto tdk bisa lewat,maka terwujudlah ojek...nah setelah jalanya bagus maka ojeknya nganggur...singkatnya tukang ojek stres berat gara-gara jalanya sudah bagus dan mobilnya bisa lewat,,๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Baiknya tukar profesi lah bro. ..
Tapi jangan jadi preman gitu,malu sama org luar,,

Marselinus Jelahu: Artinya persoalan Wae Rebo itu merupakan persoalan kita bersama, bagaimana dan seperti apa bentuk kepedulian kita untuk bisa atasi persoalan ini mungkin salah satunya kita undang pelaku2 usaha bisnis pariwisata ke Denge untuk bisa Sharing dengan masyarakat setempat untuk menjelaskan kenapa dan bagaimana usaha mereka sangat disukai oleh wisman mungkin salah satunya keamanan dan santun dalam berkomunikasi. Jadi wisman pasti senang dan nyaman. Apalagi kita tahu Wae Rebo sudah mendunia. Jadi butuh karakter yg sehat dan sinergi yg kuat untuk terus menjaga nama baik serta wibawa.

Geby Gabung: Cama nenggo laku banding diset tukang ojek one wae rebo ho..ata usir iset ata peang mai.....eme nenggo mlaju diset skolan ga#kamu kan tuan rumah kok tingka lakumu begini ya sama tamu..wah..aneh kan broww

Bonaventura Onggor: Setujuh klo pemerintah membuka lahan parkir diwae lomba, pekerjakan tukang ojek/ masyarakat sekitar juru parkir, sehingga semua dapat jata dan happy, tidak kecemburuan.

Arie Putra: Kita semua setuju untuk mengutuk tindakan tidak terpuji oknum tukang ojek di Wae Rebo ini. Namun di samping itu kita mesti berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengambil langkah konkret agar masyarakat lokal difungsikan secara tepat dalam pemanfaatan dan pengembangan Pariwisata Wae Rebo. 
#dinaspariwisatamanggarai #kapolresmanggarai #hpimabar #waerebo

Jean Juru: Seharusnya pemerintah setempat harus ada pos penjaga di tempat masuk( security) biar tempat parkir aman. Karna pariwisata WAE REBO mendunia skrg seharusnya masyarakat setempat harus berbuat baik, jangan spt yg di alami kraeng Ardianus.

Lev Anh: Solusinya cuma satu yaitu pekerjakan mereka dan harus di gaji... Karna yg mereka pikir adalah itu daerah mereka Dan kenapa pekerjakan orang dari luar..

Willy N: Ini hal yg serius dan harus cepat selesaikan. Mari kita pikirkan bersama solusinya. Cukuplah sdh kita saling menyalahkan. Kita tdk tau aturan setempat yg mungkin juga telah desepakati bersama pemerintah setempat. Teguran ini memang cukup ekstrem. Disatu sisi pak adrianus juga px jawaban trsendiri. Saya sepakat kalau hal ini cepat diatasi utk mencegah yg berikutnya. Dinas pariwisata juga jgn buat diri tuli dan gagap. Selesaikan persoalan ini secepatnya. Apalgi ini sdh berulangkali. Utk tdk menimbulkan masalah baru lagi Dinas terkait harus bersedia utk jadi fasilitator mempertemuka pihak ojek, travel (sopir) dan pemda zetempat. Buat keputusan seadil adilnya. Sehingga siapapun yg berwisata kesana memiliki pegangan kuat.

Vega Xll:  Sptx ini aksi premanisme yg mau merusak citra pariwisata dan budaya manggarai. Berulang lagi. Smoga pihak2 terkait khususx kepolisian segera respon situasi ini.

Antonius Diaz: jalan terbaik adalah pihak berwajib harus tangkap dan penjarakan orang yg buat reseh di wae rebo setidaknya 2 tahun biar ada efek jerah.

Faris Hagam: Manusia bapa bengot, cala kudut dia manggarai diteb pariwisata ho ta motang...Kali dia kole piara ela piara meu manusia nenggitu tapi kelakuan neho binatang...

Sisilia Iriani: Paonganan Pengalaman saya tugas disini memang seram. Mas2nya suka memaksa cenderung mengintimidasi. Alasannya, ini Flores, kamu orang baru. Industri pariwisata itu hospitality krn itu masyarakat hrs menempatkan diri sbg tuan rumah terhadap tamu.

Johanezt: Simpa Perlu dicari jalan keluarnya. Ojek jga kan cari uang. Sama halnya dgn tour guide,kemungkinan sudah ada kesepakatan tdk tertulis disana. Makanya regulasinya perlu di buat supaya situkang ojek jga dapat penghasilan disana. Pokoknya sama2 jaga lah...dan tamu2 jga pada puas dgn servis kita....

Sherly Maselina Dju: Mereka cari makn dngn cara yg kotor.sebaikx di usut pelaku tk bretika sprti itu.biar ada efek jera.
Mmprmalukn Ntt sekaligus Indonesia..

Lev Anh: Yg tukang ojek Atau warga sekitar situ harus ksh jatah juga.. Karna Mungkin mereka pikir itu wilayah mereka, Jadi mereka juga harus dpt bagian. Nahhh Maka dr itu orang pariwisata harus ksh lahan pekerjaan buat mereka Dan harus di gaji... Salam#

Mus: Gimana mau maju kalo kelakuan warganya begini ๐Ÿ˜ฌ yang ada makin sepi tempat pariwisatanya kalo pengunjung diperlakukan begitu

Jefri Newa: Kalau tdak nyaman mending cari tempat wisata yg aman...seperti ke pulau komodo,danau kelimutu....yg pastinya lebih terkenal.....

Arimon Taba: Wae Rebo harus buka lahan parkir dan penjaga,itu semua diatur oleh tua adat atau kepala desa sbg penanggungjawab disana. bila perlu tukang ojek jd tukang parkir jg identitas mereka hrs jelas.

Franky Ardyan: Inilah mentalitas yg harus di bina dri masyarakat kita....dan aparat harus bertindak sesuai aturan. Biar tk terjadi kedepannya. Dan aparat kecamatan dan desa serta adat juga harus beri batasan bgi kendaraan besar dan batas mana mereka boleh antar tamu....dan seterusnya dg ojek. Dan itu bentuk kepedulian pariwisata bagi masyarakat lokal juga...biar kedepannya aman.

Ivan Francisco Flores: saya setuju dgan pak Adrianus, Pariwisata itu akan berlanjut terus.
kalau manusia(perusak) ini di biarkan akan sngat merusak Pariwisata Wae Rebo ke depannya.
Ambil contoh di Bali hal2 sperti ini cepat di tindak, baik oleh warga lokal juga Polisi dan Pemda setempat, karena perbuatan merusak ini sngat berdampak negatif utk ke depannya.
Jngan kasih hati manusia2 yg merusak pariwisata Manggarai, ini demi kebaikan kita semua.
Polisi Manggarai harus trun tngan, tangkap manusia2 perusak.


Redhyn: Kalau bijak juga sopirnya,kasi orang rokok saja,kan cuaca dingin juga waktu itu..๐Ÿ˜….sayangnya cara dari oknum gojek tsb semacam premanisme,dan memalukan..๐Ÿ™…๐Ÿ™…
Sembunyikan atau laporkan ini

Roberta Mutis: Tgl 7 juni 2019 yl kami satu rombongan mendapat perlakuan yg sama ๐Ÿ˜ช๐Ÿ˜ช sy juga sdh sampai ke kepala dinas pariwisata manggarai utk perilaku2 spt diperhatikan sangat..sangat .. memalukan

Alvind Pait: yth. Bpk kapolres dan Bpk kapolsek Kab.Manggarai, tolong segerah tindak lanjuti persoalan ini, ini sangat berbahaya, mengingat pariwisata kita sudah mendunia jangan sampai tercoreng karena persoalan ini....
Setidaknya berikan para pelaku sedikit efek jerah dan perbanyak Edukasi...

Marselinus JelahuSemoga persoalan yg terjadi di Wae Rebo tidak terulang lagi, saya sangat terpukul sekali kenapa hal seperti itu bisa terjadi..? Tolong kalau kedepannya Dinas Pariwisata, Kepolisian dan Aparat Desa setempat harus beri pencerahan atau sosialisasi kepada masyarakat setempat tentang trik2 untuk bisa meningkatkan perekonomian yg berbasis industri rumah tangga, salah satunya kerajinan yang bisa dijadikan cendramata atau ole2 khas masyarakat setempat macam Rebok, serabi dan kripik yang mungkin bahan lokalnya semuanya ada didaerah sekitar situ. Seperti ubi, pisang, beras dll. Artinya butuh keterlibatan beberapa pihak macam Dinas Perindustrian dan BPMD yg merupakan bagian penting dalam mengatasi persoalan ini.

Achiik DjayDillo: Cuaca tdak mndukung..
Mana bisa Tamu Naik motorr..
Apalagi tamu Negara..
Baru Ban Mobill di kasi pecah semuah.. Perlakuan manusia Biadap itu.. Apa slahnya kalau bicaraa baik2.. Sama saja kalian itu mencari msalah..

Geby Gabung: Ini masalah sering kali terjadi..nah..pertanyaan saya adalah:dimanakah kepala desa dan kepala adat setempat...kalau memang si tukang ojek inginkan dapat jatah ya gimana baiknya...aturlah sebaik baiknya...tapi jangan maen keraslah..ban kok di gembos..wahh parah ini...malulah kita

Nadus Kaut: Saya pendatang, berdomisili di sekitar Wae Rebo. Saya yakin semua kita sepakat mengutuk tindakan tak manusiawi ini. Hemat saya, alangkah baiknya kita melakukan suatu langkah konkrit agar tidak terjadi lagi hal yang sama di kemudian hari.

Keren Jabut: Desak kepolisian resort manggarai agar di kampung denge harus ada pospol...dan polisinya diharuskan pandai berbhasa inggris

Metodius: Gara2 perilaku dr pihak yg tak bertanggung jawab,nama wae rebo jadi tercoreng,bukan di Indonesia saja bahkan mendunia

WilyBald Pahun: Ijin share abang..

Radio Manggarai 88,00 FM: WilyBald Pahun silahkan

Tonie Hagul: Harus duduk bersama,antara wakil dr tukang.ojek,dinas terkait,travel agent dan pemerintah setempat duduk bersama mencari solusi terbaik,bukan saling menyalahkan,jika tak diselesaikan jangan salahkan pihak manapun jika tak ada yang berkunjung ke wae rebo

Villiegius:๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒDinas pariwisata harus turun tangan, cari solusi agar masalah spt ini tidak terulang lagi di masa yg akan datang.
Jangan diam,.
Di Bali Pariwisata Maju karena Dinas pariwisatanya peka dgn hal2 seperti ini. 
Sesekali turun ke lapangan, memberikan sosialisasi kpd masyarakat lokal tentang tata cara kelola pariwisata yg baik, yang bisa menarik wisatawan utk terus2 mengunjungi Flores pada umumnya dan Wae Rebo khususnya.
Tapi kalau jojop dan membiarkan Ro'eng pusing sendiri ya susah juga.

Subardio: Perlu di tindak lanjut itu, aparat yg berewnang harus mengambil tindakan terhadap pelaku.

Fano Arka Nugraha: Kalau di biarkan orang2 itu tambah parah yg dilakukanya untuk ke depanya,,tangkap memang orang2 itu sblm kejadian yg lebih besar..

Niseforuz Nansha: Keamanan atau polisi harus ngepos disekitar wae rebo..bikin aturan yg seadil2x biar sama2 enak..eme he nana iwo tukang ojek kole gah neka paksa ta de,sui runsung uhang leghemi tamu ba dia hitu ko...mikir!!bom ompok tuka gau asal nk sengsara tamu..a eme pande kempeh ban ojek gau ge....laser gau ojek...tamu negara lo ini.....ruh pusu gaku baca akun gho...

Caroon Enemi: Bukanya bikin maju malah bikin malu...ini tempat wisata bukan sarang begal...manusia aneh pande keta ritak!!!!!!

Mellckhy Danilo: Klw terus-terusan begini kedepanya...pariwisata NTT khususnya flores akan anjlok and bahkan gak akan ada tamu yg berminat utk berwisata lagi kesana...semoga pemda manggarai bisa menyelesaikan peraoalan ini secepatnya biar gak da lagi pristiwa2 sprti ini kedepanya...bantang cama,jaga cama

Marshe Dihing: Semoga polisi segera menindak lanjuti kasus ini...ini bisa menjadi ancaman utk org lain jg...dan sangat berbahaya...jd perlu diselidiki....orang" spt ini...biar ini menjadi keamanan bersama.....

Lenon Marco Huwa: Hehee.. tombo di'a2 neka pake tombo koe.. eme ase kae daku situd ojek pake tombo koe ited iwo ga asi paker situ... slamat mlm..

Ancyk: Bandang Jangan biarkan org seperti ini,semoga pihak yg berwenenag memberikan sanksi terhadap org2 ini ๐Ÿ‘

Moat: Bisa Kraeng Bisa Otak tidak dipake ya seperti ini sudah...dimanakah letak sopan santun kita sebagai orang manggarai kalau model begini..sebenarnya kita harus menjaga tata krama kita terhadap tamu tamu yang datang berwisata di wae rebo...karena dari merekalah kita mendapatkan penghasilan....tlong pihak terkait harus ditertipkan manusia2 yg tidak tau etika seperti ini...

Roberta Mutis: Pengolahan oleh lembaga adat wae rebo mungkin perlu di evaluasi dan edukasi secara berkala BUTUH PENDAMPINGAN SERIUS

Emad Joy: Prilaku primitif seperti itu akan menghambat perkembangan parawisata Manggarai. Mestinya mereka harus ditangkap dan dipenjarakan demi efek jera.

ToNcsee Ndorong: Kami juga pernah di hadang sejumlah tukang ojek gara2 kami tda mamaKai jasa tukang ojek dari pos 2 sampai di pos 1 Dan lebih memilih memakai motor sendiri sampai di pos 1, keributanpun terjadi

Agus Roman: Kalau terus menerus kejadian ini kedepannya NTT akan hancur parawisatanya dngan adanya prilaku manusia2 bejatt sprtii mereka itu. Kalau bisa disetiap pintu masuk parawisatawan itu harus diperketat dari segi keamanannya. Apalagi wisatawanx disana sudah menduniakan. Pokokx cari itu oknom2 goblokk disana itu. Mudah2an tamunya tidak masuk diblacklist soal prilaku oknum2 diwaerebo tersebut...(SF/SNC)
×
Berita Terbaru Update